Amazing INDONESIA

Sabtu, 04 Agustus 2012

Suksesi

Konsep Suksesi

Istilah suksesi pertama kali digunakan oleh Hult  pada tahun 1885 dalam studi tentang perubahan pada komunitas. Mengenai dasar studi sukses itu sendiri dicetuskan oleh Cowles  pada tahun 1899, sedangkan prinsip-prinsip dan teori suksesi dikemukakan secara mendalam dan seksama oleh Clements pada masa setelah Cowles, yaitu tahun 1907.

Beberapa pengertian tentang istilah suksesi dikemukan sebagai berikut:

  • Suksesi, yaitu perubahan langsung secara keseluruhan pada selang waktu waktulama, bersifat kumulatif, di dalam komunitas  tertentu dan terjadi pada tempat yang sama.
  • Suksesi, yaitu proses perubahan dalam komunitas yang berlangsung menuju ke satu arah, berlangusng lambat, secara teratur, pasti, dan dapat diramalkan.
  • Suksesi, yaitu perubahan dalam komunitas ang berlangsung secara teratur dan menuju ke satu arah
  • Suksesi, yaitu proses perubahan yang terjadi dalam komunitas atau ekosistem yang menyebabkan timbulnya penggantian dari satu komunitas atau ekosistem oleh komunitas atau ekosistem yang lain
Berikut ini merupakan beberapa terminologi yang berkaitan dengan suksesi, yaitu:
  1. Sere adalah serangkaian perubahan dalam komunitas atau ekosistem yang dapat diidentifikasi selama suksesi.
  2. Seral adalah masing-masing tingkat perubahan komunitas atau ekosistem dalam suksesi.
  3. Suksesi primer adalah suksesi yang terjadi di atas lahan atau wilayah ang mula-mula gundul atau terbuka.
  4. Prisere adalah serangkaian perubahan dalam komunitas atau ekosistem yang dapat diidentifikasi selama terjadi suksesi primer. Presire sering dipakai untuk menyebut suksesi primer.
  5. Suksesi sekunder adalah suksesi yang terjadi pada lahan atau wilayah yang pada awalnya bervegetasi lengkap sempurna, kemudian mengalami kerusakan oleh bencana seperti peletusan vulkanik, banjir, tanah longsor, gempa bumi, atau kebakaran, tetapi bencana itu tidak sampai merusak tempat tumbuh secara keseluruhan sehingga tempat tersebut masih ada substrat lama dan organisme hidup.
  6. Subsere adalah serangkaian perubahan dalam komunitas atau ekosistem yang dapat diidentifikasi selama terjadi suksesi sekunder. Subsere itu sendiri sering dipakai untuk menyebut suksesi sekunder.
  7. Hydrach adalah suksesi yang terjadi dalam wilayah perairan.
  8. Hydrosere adalah serangkaian perubahan dalam komunitas atau ekosistem yang dapat diidentifikasi di wilayah periran 
  9. Xerarch adalah suksesi yang terjadi pada wilayah yang bersubstrat kering.
  10. Xerosere adalah serangkaian perubahan dalam komunitas atau ekosistem yang dapat diidentifikasi di wilayah yang bersubstrat kering.
  11. Lithosere adalah serangkaian perubahan dalam komunitas yang dapat diidentifikasikan selama suksesi di lahan berbatu.
  12. Psamosere adalah serangkaian perubahan dalam komunitas ang dapat diidentifikasi selama suksesi di lahan berpasir.
  13. Halosere adalah serangkaian perubahan dalm komunitas yang dapat diidentifikasi selama suksesi pada substrat yang mengandung garam.
  14. Klimkas adalah kondisi komunitas atau ekosistem akhir pada proses suksesi yang telah mencapai homeostatis
Konsep yang menyatakan bahwa suksesi berlangsung secara teratur, pasti, terarah, dapat diramalkan, dan berakhir dengan komunitas klimaks, merupakan konsep lama yang umumnya masih diikuti dan diterima. dari konsep tersebut dapat dinyatakan bahwa suksesi ekologi menuju kepada perkembangan suatu komunitas atau ekosistem.

Perubahan-perubahan selama Proses Suksesi

Selama proses suksesi akan terjadi perubahan yang mengarah kepada perkembangan atau kemajuan kondisi habitat yang mendukung terbentuknya komunitas baru. Beberapa perubahan itu antara lain:
  1. Adanya perkembangan sifat substrat (tanah)
  2. Adanya peningkatan densitas, tinggi tumbuhan, dan struktur komunitas yang semakin kompleks
  3. Adanya peningkatan produktivitas komunitas sejalan dengan perkembangan sifat substrat
  4. Adanya peningkatan jumlah spesies organisme sampai tahap tertentu dalam proses suksesi
  5. Adanya peningkatan pemanfaatan sumber daya lingkungan sesuai (sejalan) dengan peningkatan jumlah spesies organisme
  6. komunitas berkembang menjadi lebih kompleks
Kecepatan proses suksesi pada setiap habitat dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu
  1. Luasnya komunitas awal yang rusak oleh adanya gangguan
  2. Spesies-spesies tumbuhan yang terdapat di sekitar tempat terjadinya suksesi
  3. Sifat-sifat setiap spesies tumbuhan ada di sekitar tempat terjadinya suksesi
  4. Kehadiran bakal kehidupan (biji, buah, spora, dan lain-lain)
  5. Jenis substrat baru yang terbentuk
  6. Kondisi iklim
Tipe-Tipe Suksesi

Berdasarkan pada kondisi komunitas awal yang ada di suatu daerah maka suksesi dibedakan menjadi:
  • Suksesi primer. Bila ekosistem mengalami gangguan yang berat sekali, sehingga komunitas awal (yang ada) menjadi hilang atau rusah total, sehingga menyebabkan di tempat tersebut tidak ada lagi yang tertinggal dan akibatnya terjadilah habitat baru.
  • Suksesi sekunder. Prosesnya sama dengan yyang terjadi pada suksesi rimer. perbedaannya adalah pada keadaan kerusakan ekosistem atau kondisi awal habitatnya. Ekosistem tersebut mengalami gangguan akan tetapi tidak total, masih ada komunitas yang tersisia.
Berdasarkan kepada jenis habitat atau substrat maka suksesi dapat dibedakan menjadi suksesi daerah batuan, suksesi daerah perairan, suksesi daerah pasir, suksesi daerah tanah liat, dan lain-lain.

Sumber:

Irwan,Z.D. 2007. Prinsip-Prinsip Ekologi : Ekosistem, Libgkungan, dan Pelestariannya. Jakarta: Penerbit Bumi Aksara
Indriyanto.2006.Ekologi Hutan. Jakarta: Penerbit Bumi Aksara.

Tags: pengertian suksesi,konsep suksesi, proses terjadinya suksesi, perubahan-perubahan selama terjadinya suksesi, faktor-faktor yang mempengaruhi laju suksesi, jenis-jenis suksesi

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More