Amazing INDONESIA

Rabu, 05 Oktober 2011

Kolesterol

Kolesterol ada di setiap sel tubuh dan setiap sel memerlukannya Risiko terkena penyakit kardiovaskuler meningkat bila terdapat banyak lemak dalam darah. Penurunan berat badan, diet rendah lemak dan perubahan gaya hidup dapat menurunkan kolesterol. adang, ketiga hal itu saja tidak cuup. Kadar kolesterol  tetap tinggi sehingga Anda berisiko terkena serangan jantung atau stroke. 

Mengapa Kita butuh Kolesterol?

Kolesterol hanyalah salah satu jenis lemak (lipid) dalam darah. Sering kali orang menganggap kolesterol itu racun, padahal kita tidak dapat hidup tanpa kolesterol. Kolesterol sangat penting untuk membran sel tubuh, insulor (selubung) saraf, dan memproduksi hormon tertentu. Koleserol juga membantu pencernaan makanan. Hati memproduksi sekitar 80% kolesterol di tubuh. Selebihnya berasal dari konsumsi produk hewani. Seperti halnya gizi dari makanan, kolesterol dikirim ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Dalam proses ini, kolesterol membentuk ikatan dengan protein. Paket kolesterol-protein ini disebut "Lipoprotein". Kolesterol lipoprotein berkerapatan rendah (Law-density lipoprotein, LDL) sering disebut sebagai kolesterol "jahat". Lama-kelamaan kolesterol ini bersama bahan lain menumpuk di pembuluh darah dan membentuk plak. Plak ini dapat menyebabkan penyumbatan yang berakibat terjadinya serangan jantung atau stroke. Sebaliknya, kolesterol lipoprotein berkerapatan tinggi (High-density lipoprotein, HDL) sering disebut kolesterol "baik" karena membantu "membersihkan" kolesterol dari pembuluh darah.

 Teori Obat
Bila sudah melakukan perubahan pola makan dan berolahraga, LDL tetap tinggi  dan HDL-nya rendah (lihat tabel di bawah), dokter mungkin akan memberikan obat. Obat ini dapat menurunkan kadar kolesterol, trigliserid, dan lipid lain dalam darah.


Memahami Tes Kolesterol
TesNormalAmbang BatasTidak Normal
Kolesterol totalDi bawah 200200-240Di atas 240
Kolesterol LDLDi bawah 130130-160Di atas 160
Kolesterol HDLDi atas 4535-45Di bawah 35
TrigliseridaDi bawah 200200-400Di atas 400
Kadar tersebut dinyatakan dalam mg/dl. Kadar itu untuk mereka yang tidak didiagnosis menderita penyakit kardiovaskuler. Kalau mengidap penyakit kardiovaskuler, dokter akan menggunakan pedoman lain.


Dengan mengurangi kadar kolesterol LDL atau lipid lain, obat-obatan itu juga mencegah atau mengurangi penumpukan plak. hanya dalam waktu beberapa bulan, obat tersebut dapat menstabilkan plak di pembuluh darah. Obat ini juga mencegah lepas atau pecahnya plak yang berakibat terjadinya penyumbatan atau pembukuan darah.
Jenis-jenis obat yang tersedia antara lain:


  1. Resin: Cholestyramine (Questran) dan Colestipol (Colestid), keduanya dikenal sebagai "resin", telah digunakan selama 20 tahun. Obat ini menurunkan kolesterol secara tidak langsung dengan cara mengikat asam empedu dari saluran pencernaan. Hati memproduksi asam empedu dari kolesterol dan dibutuhkan untuk mencernakan makanan. Dengan mengikat asam empedu, obat  ini mendorong hati untuk membentuk lebih banyak asam empedu. Karena hati menggunakan kolesterol untuk membuat asam tersebut maka kolesterol yang masuk ke aliran darah menjadi sedikit. 
  2. Obat penurun trigliserida: Gemfibrosil (lopid) atau dosis besar niasin, suatu vitamin dapat mengurangi produksi trigliserida dan menghilangkannya dari peredaran darah. 
  3. Statin: Obat yang mulai diperkenalkan pada akhir tahun 1980-an ini ,dengan cepat menjadi obat yang paling banyak diberikan dokter untuk menurunkan kolesterol. Obat jenis ini antara lain: Fluvastatin (Lescol), Lovastatin (Mevacor), Simvastatin (Zocor), Pravastatin (Pravachol), dan Atorvastatin (Lipitor).
Setelah tablet atau kapsul ini diminum, statin langsung bekerja di lever, menghambat bahan yang dibutuhkan organ tersebut untuk memproduksi kolesterol. Proses  ini menghilangkan kolesterol dalam sel hati dan juga menyebabkan sel-sel itu mengambil kolesterol dari aliran darah.

Tergantung pada dosisnya, statin dapat mengurangi kadar kolesterol LDL hingga 40%. Hal ini biasanya cukup untuk menurunkan kadar LDL hingga ke batas normal. Statin juga dapat menolong tubuh menyerap kembali kolesterol dari plak, dengan demikian secara perlahan membuka pembuluh darah.

Statin merupakan satu-satunya jenis obat penurun lipid yang terbukti mengurangi risiko kematian akibat penyakit kardiovaskuler. Bersama dengan niasin, statin terbukti mengurangi risiko terkena serangan jantung yang kedua.

Obat penurun kolsterol yang disarankan dokter tergantung banyak faktor.  Faktornya antar lain berapa kadar kolesterol "baik" atau jahat", apakah lemak yang lain juga tinggi. Faktor usia ikut menentukan. Kadang dokter akan memberikan obat kombinasi.

Keputusan untuk minum salah satu  obat penurun kolesterol tidak mudah. Sekali mulai, harus meminumnya seumur hidup. Ini akan menguras dompet karena harga obat penurun kolesterol mahal. Selain itu, perlu memeriksa lever secara teratur. Walau jarang, obat ini dapat menimbulkan kerusakan lever, itulah sebabnya mengapa obat ini tidak disarankan bagi penderita sakit lever.

Efek samping obat-obat penurun kolesterol tidak serius, tetapi cukup mengganggu. Jenis statin misalnya, dapat menyebabkan nyeri otot bila diminum dengan obat lain, contohnya gemfibrosil, obat anti  jamur atau antibiotik erythromycin. Namun, efek sampingnya jarang.

Jenis resin dapat menimbulkan sembelit dan bengkak atau menurunkan efektivitas obat lain yang diminum bersamaan. Niasin kadang menimbulkan iritasi kulit, sehingga jadi merah dan menaikkan kadar gula darah, mengakibatkan tukak lambung atau memicu serangan gout. Gemfibrosil dapat menimbulkan batu empedu.

Selain itu, obat penurun kolesterol baru beredar sekitar 20 tahun, sehingga para dokter belum mengetahui keamanannya bila digunakan seumur hidup. Seperti minum obat mana pun, pertimbangkan dengan seksama untung ruginya minum obat itu.

Sumber: Philip T. Hagen, MD. Mayo Clinic;Pedoman Perawatan Sendiri Jawaban Masalah Kesehatan Sehari-hari. INTISARI.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More