Amazing INDONESIA

Rabu, 07 September 2011

HEWAN RADIATA

Hewan radiata adalah hewan diploblastik (hanya memiliki ectoderm dan endoderm) dan   memiliki simetri radial. Kedua cabang radiata adalah  Cnidaria dan Ctenophora.

Filum Cnidaria (Coelenterata)

Hewan Cnidaria (hydra, ubur-ubur, anemone laut, dan kerang), tidak memiliki mesoderm dan memiliki konstruksi tubuh yang relative sederhana. Namun demikian, mereka adalah suatu kelompok yang beraneka ragam dengan lebih dari 10.000 spesies yang masih hidup, dan sebagian besar di antaranya adalah spesies organisme laut.

Bangun  dasar tubuh Cnidaria adalah suatu kantung dengan kompartemen tengah untuk pencernaan, yaitu rongga  gastovaskuler (gastrovascular cavity). Sebuah bukaan pada rongga ini berfungsi sekaligus sebagai mulut dan anus. Bangun dasar tubuh ini memiliki dua variasi: polip  dan medusa yang mengambang. Polip adalah bentuk-bentuk silindris yang menempel ke substrat melalui sisi aboral (berlawanan arah dengan mulut) tubuhnya dan menjulurkan tentakelnya, menunggu mangsa.  Contoh-contoh bentuk polip adalah anemone laut. Suatu medusa  adalah suatu versi polip dengan mulut  di bawah dan bentuk yang lebih rata. Medusa bergerak secara bebas dalam air dan konstruksi tubuhnya yang berbentuk lonceng. Hewan yang umumnya kita sebut ubur-ubur  adalah tahap medusa. Tentakel suatu ubur-ubur akan menjuntai dari permukaan mulut, dan menunjuk ke arah bawah. Beberapa hewan Cnidaria hanya ada sebagai polip, yang lain hanya ada sebagai medusa, dan masih ada juga yang melewati  tahapan medusa dan tahapan polip dalam siklusnya secara berurutan. 

Cnidaria adalah karnivora yang menggunakan tentakel yang tersusun dalam suatu cincin disekitar mulut untuk menangkap mangsa dan mendorong makanan ke dalam ongga gastrovaskuler, tempat pencernaan dimulai. Sisa-sisa makanan yang tidak tercerna dikeluarkan melalui mulut dan anus. Tentakel dipersenjatai dengan cnidosit, sel-sel khas yang befungsi dalam pertahanan dan penangkapan mangsa. Cnidosit mengandung cnidae, organel (kapsul) yang mampu membalik, yang menyebabkan filum tersebut dinamai Cnidaria (Bahasa Yunani cnide, ‘sengat’). Cnidae yang disebut  nematosista (nematocyst) adalah kapsul yang menyengat. 

Otot dan saraf terdapat dalam bentuk  paling sederhana pada hewan Cnidaria. Sel-sel epidermis (lapisan paling luar) dan gastrodermis (lapisan bagian dalam)  memiliki berkas mikrofilamen yang tersusun menjadi serat-serat kontraktil. Jaringan otot sejati berkembang dari mesoderm dan tidak terlihat pada hewan diploblastik. Rongga gastrovaskuler bertindak sebagai kerangka hidrostatik yang bekerja sama dengan sel-sel kontraktil. Ketika hewan itu menutup mulutnya, volume rongga itu akan tetap, dan kontraksi sel-sel tertentu akan menyebabkan hewan itu mengubah bentuknya. Pergerakan dikoordinasikan oleh suatu jaringan saraf. Hewan Cnidaria tidak memiliki otak, dan jaringan saraf yang tidak terpusat itu dikaitkan dengan reseptor sensoris sederhana yang tersebar secara radial di sekitar tubuh. Dengan demikian, hewan itu dapat mendeteksi dan memberikan respons terhadap rangsangan dengan merata dari segala arah. Filum Cnidaria dibagi ke dalam tiga kelas utama:  Hydroozoa, Scyphozoa, dan  Anthozoa.
  • Kelas Hydrozoa
Sebagian besar hean hydrozoa melakukan pergiliran bentuk antara polip dan medusa. Tahapan polip, suatu koloni polip yang saling berhubungan pada kasus Obelia , lebih mudah ditemukan dibandingkan  dengan tahap medusa. Hidra, salah satu dari beberapa hewan Cnidaria yang ditemukan hidup di air tawar, adalah anggota kelas Hydorzoa yang unik karena mereka hanya ditemukan  dalam bentuk polip. Ketika kondisi lingkungan memungkinkan, hydra akan bereproduksi secara aseksual dengan cara pertunasan (budding), yaitu pembentukan suatu penonjolan yang kemudian melepaskan diri dari induk untuk hidup bebas. Ketika kondisi lingkungan buruk, hydra bereproduksi secara seksual dan membentuk zigot resisten yang tetap dorman sampai kondisi membaik. Contoh: Hydra dan Obelia
  • Kelas Scyphozoa
Medusa umumnya bertahan lebih lama dalam siklus hidup kelas Schypozoa. Medusa dari sebagian besar spesies hidup di antara plankton sebagai ubur-ubur. Sebagian besar dari hewan Schypozoa  yang hidup di pantai akan melalui tahapan polip kecil  selama sikus hidupnya, tetapi ubur-ubur yang hidup di laut terbuka umumnya tidak melalui tahapan polip yang sesil. Contoh:  Aurelia auritha
  • Kelas Anthozoa
Anemon laut dan karang termasuk ke dalam Kelas Anthozoa (“hewan Berbung”). Mereka hanya ditemukan sebagai polip. Hewan karang hidup soliter atau dalam koloni dan mensekresikan kerangka eksternal yang keras dari kalsium karbonat. Setiap generasi polip memanfaatkan sisa-sisa kerangka generasi sebelumnya untuk membangun “batu’ dengan bentuk yang khas sesuai spesiesnya. Kerangka inilah yang kita sebut karang. Contoh: Metridium, Acropora.
Filum Ctenophora: Ubur-ubur sisir memiliki barisan lempeng silia dan koloblas yang lengket
Ubur-ubur sisir atau hewan Ctenophora, sangat menyerupai medusa hewan cnidaria. Akan tertapi, hubungan antara hewan ctenophore dan hewan Cnidaria masih belum jelas. Hanya dada sekitar 100 spesies ubur-ubur sisir, dan semuanya adalah hewan laut. Hewan Ctenophora memiliki diameter yang berkisar dari 1 sampai 10 cm. Sebagian besar diantaranya berbentuk bulat atau oval, tetapi ada juga yang berbentuk memanjang dan seperti pita yang mencapai panjang 1 m. Ctenophora berarti “mengandung sisir” dan hewan ini dinamai menurut kedelapan baris lempengan yang mirip sisir, yang terdiri atas silia yang  menyatu. Mereka adalah hewan terbesar yang menggunakan silia untuk lokomosi. Suatu organ sensori aboral (terletak berlawanan arah dari mulut) berfungsi dalam menentukan orientasi, dan syaraf yang merambat dari organ sensoris sampai ke sisir silia berfungsi untuk mengkoordinasikan pergerakan. Sebagian besar ubur-ubur sisir memiliki sepasang tentakel panjang dan dapat ditarik kembali. Tentakel tersebut mengandung struktur lengket yang disebut dengan koloblas  (colloblast) yang juga disebut sel lasso. Ketika mangsa (sebagian besar adalah plankton kecil) menyentuh tentakel, koloblas akan  membuka secara mendadak. Suatu benang lengket yang dibebaskan oleh masing-masing koloblas akan menangkap makanan, yang kemudian akan disapu oleh tentakel ke dalam mulut.

Peranan Coelenterata bagi kehidupan

Karena bentuk dan warnanya yang menarik, komunitas Coelenterata sangat menarik perhatian manusia, sehingga dapat dijadikan sebagai taman laut yang sangat diminati oleh wisatawan seperti Bunaken dan Laut banda. Selain sebagai objek wisata, terumbu karang juga berperan dalam menjaga pantai dari abrasi.
Sumber:  BIOLOGI.  Campbell.

Tags: hewan-hewan radiata, Hewan cnidaria, hewan ctenophora, hewan coelenterata, ciri-ciri hewan cnidaria atau coelenterata, reproduksi hewan cnidaria atau coelenterata, Klasifikasi hewan cnidaria, klasifikasi hewan coelenterata, kelas Hydrozoa, kelas schypozoa, kelas anthozoa, daur hidup medusa, ctenophora (ubur-ubur sisir), medusa dan polip, manfaat hewan-hewan radiata, manfaat, fungsi atau peranan hewan-hewan cnidaria/coelenterata.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More