Amazing INDONESIA

Kamis, 05 April 2012

Teori Sakit Kepala

Jaringan otak tidak dapat merasa sakit karena tidak memiliki reseptor rasa sakit. Hal ini mungkin sulit dipercaya apalagi ketika kepala kita sedang sakit. Sakit kepala  bisa saja merujuk pada keadaan medis yang serius. Tetapi hal itu jarang terjadi. Sekitar 95% sakit kepala bukan pertanda adanya sakit berat. Sakit kepala bisa saja merupakan indikasi adanya stres atau mungkin juga merupakan reaksi terhadap suatu obat terutama obat dekongestan (pelega hidung tersumbat).

Berikut ini merupakan Teori Sakit Kepala yang saya kutip dari buku Mayo Clinic; Pedoman Perawatan Sendiri :
Para peneliti sedang memfokuskan perhatian pada jalur saraf trigeminal serta zat kimia otak serotonin yang dicurigai sebagai biang keladi penyebab sakit kepala yang hebat. Rasa sakit mungkin timbul dari ketidakseimbangan bahan-bahan kimia pada otak. Selama sakit kepala terjadi, kadar serotonin menurun. Akibatnya, muncul suatu getaran di sepanjang saraf trigeminal ke pembuluh-pembuluh  darah di selaput otak (meninges). Di sini pembuluh-pembuluh darah mengendur  dan jadi meradang serta membengkak. Otak menerima pesan sakit itu. Hasilya : "Rasa Sakit Kepala"
Jenis sakit kepala yang disebut sakit kepala primer ini sangat beragam. Sakit kepala primer dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok, yaitu:
  1.  Ketegangan
    • Mencakup 6% dari sakit kepala primer
    • Menimpa wanita maupun pria dalam jumlah sama banyak
    • Secara bertahap menghasilkan rasa sakit kepala yang tidak seberapa, rasa tegang atau tekanan di leher, dahi, atau kulit kepala
  2. Migren
    • Mencakup 6% dari sakit kepala primer
    • Penderita perempuan 3 kali lebih banyak daripada pria
    • Dapat mulai pada usia remaja, jarang setelah usia 40 tahun
    • dapat didahului oleh perubahan penglihatan, kesemutan di dalah satu sisi wajah atau tubu atau rindu akan makanan tertentu
  3. Bersamaan/Cluster
    • Rasa sakit yang menetap dan terasa seperti di bor di dalam atau di sekitar salah satu mata, terjadi secara periodik dan dimulai pad waktu yang sama pada siang dan malam hari
    • Membuat mata berair  dan merah serta hidung tersumbat pada sisi wajah yang sama.
    • Dapat terjadi secara berkala dan berkaitan dengan perubahan cahaya atau musim
    • Sering menimpa kaum pria, terutama perokok dan peminum minuman keras 
    • Sering didiagnosis keliru sebagai infeksi sinus atau sakit gigi


Sumber:
Sumber: Mayo Clinic. Philip T. HAgen. Intisari. 2002

Tags: sakit kepala , penyebab sakit kepala, mengapa orang bisa sakit kepala, macam-macam sakit kepala, proses terjadinya sakit kepala, sakit kepala primer, sakit kepala migren, sakit kepala cluster

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More