Amazing INDONESIA

Senin, 30 April 2012

Pengguna 'Tembakau'

Bapak saya dulu seorang perokok berat, tapi sekarang alhamdulillah beliau sudah berhenti merokok dan justru sangat membenci rokok ini, mencium asapnya saja dia langsung pusing. Jadi buat yang mau berhenti merokok, tidak ada kata yang tidak mungkin selama kita bersungguh-sungguh.

KECANDUAN ROKOK

Sekarang kembali ke topik, merokok...apa sebenarnya yang membuat merokok ini sangat tidak di anjurkan. Nah perlu anda tahu bahwa pada saat menghirup rokok, serangkaian bahan kimiawi akan masuk ke berbagai organ vital tubuh seperti otak, paru-paru-jantung dan pembuluh darah. Tubuh pun terpolusi bahan-bahan kimiawi yang menyebabkan kanker dan kecanduan.

Nikotin, salah satu unsur utama dalam tembakau, merangsang zat kimia di otak yang mengakibatkan kecanduan. Zat ini merangsang kelenjar adrenalin untuk mmemproduksi hormon yang menggangu jantung akibatnya tekanan darah dan denyut jantung meningkat.

Karbon monoksida yang Anda hirup dari asap rokok menggantikan oksigen di sel-sel darah, dan mengambil makanan dari jantung, otak dan organ tubuh lainnya. Merokok juga mematikan indera pengecap dan penciuman sehingga terkadang makanan yang di makan tidak selezat biasanya.

Asap rokok  mengeluarkan lebih dari 40 bahan kimia penyebab kanker, juga sejumlah kecil racun lainnya seperti arsenikum dan sianida serta lebih dari 4000 bahan lainnya masuk ke tubuh. Salah satu bahan kimia yang paling ampuh adalah nikotin. Nikotin inilah yang membuat Anda ketagihan merokok. Nikotin adalah zat yang membuat kecanduan, seperti halnya kokain. Zat ini meningkatkan zat kimia otak yang disebut dopamin, yang membuat Anda merasa 'senang'. Dopamin inilah yang mengakibatkan proses kecanduan tersebut.
-buat apa harus ngorbanin hal-hal yang jauh lebih baik hanya untuk kesenangan sesaat-


BAHAYA PEROKOK PASIF

Mereka yang tidak merokok tapi terkena asap rokok juga terancam kesehatannya. Mereka beresiko terkena kanke paru-paru, dan penyakit jantung. Terutama para penderita penyakit pernapasan atau penyakit jantung, serta orang lajut usia sangat beresiko bila terpapar asap rokok. Bayi tiga kali lebih besar kemungkinannnya meninggal akibat sindrom kematian mendadak bila ibu mereka merokok selama dan setelah kehamilan. Perokok pasif di kalangan anak akan meningkatkan peluang mereka menderita infeksi telinga, pneumonia, bronkitis, dan tonsilitis.


Jadi selain mengancam kesehatan diri sendiri, merokok juga dapat mengganggu dan mengancam kesehatan orang di sekitarnya. Saya yakin banyak diantara Anda yang ingin sekali berhenti merokok tetapi sulit, dikarenakan cengkraman si 'Nikotin' tersebut. Tapi tidak ada hal yang tidak mungkin karena terbukti ada juga yang berhasil dari jerat rokok ini, ya seperti yang di alami oleh Bapak aku tentunya. Semua ini tidak lepas dari kata-kata dokter yang pernah mengobati bapakku. Katanya, " Saya bisa kasih bapak obat untuk memulihkan bapak, tapi obat ini hanya bersifat sementara dan tidak tertutup kemungkinan Anda bisa datang lagi kepada saya dengan keluhan yang sama. Tapi, hal itu tidak akan terjadi jika bapak mau merubah pola hidup bapak. Kalau bapak ingin sehat dan mendapatkan paru-paru bapak kembali sehat pula maka berhnetilah merokok. " kurang lebih seperti itulah kata-kata dokter itu.  Dan betul saja bahwa cara berhenti merokok yang paling efisien adalah motivasi dari diri sendiri, perokok yang termotivasi untuk berhenti merokok tingkat keberhasilannya dua kali lebih besar daripada yang berhenti merokok tapi kurang termotivasi, dan ketika anda memulai memutuskan untuk berhenti ada baiknya beri tahu orang-orang sekitar Anda, siapa tahu mereka dapat memberi dukungan pada Anda untuk menjalani saat-saat sulit itu^^.

Sumber:
Sumber: Mayo Clinic. Philip T. HAgen. Intisari. 2002

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More