Amazing INDONESIA

Rabu, 22 Februari 2012

Si Hijau (Chloropyhta)


Ganggang hijau (Chlorophyta) dinamai berdasarkan kloroplasnya yang berwarna hijau. Chlorophyta  termasuk Protista, mempunyai inti sejati dengan nukleus. Divisi ini adalah yag terbesar diantara ganggang dan 90% hidup dalam air tawar. Susunan pigmennya berupa karoten dan xantofil dengan klorofil a dan b. Klorofil terdapat dalam jumlah terbanyak, dan menyebabkan talus Chlorophyta berwarna hijau. Pigmen terkandung dalam plastida, disebut kloroplas.
Lebih dari 7000 spesies alga hijau telah diidentifikasi. Berbagai spesies alga hijau uniseluler hidup sebagai plankton atau menghuni tanah yang lembab.

Ciri-Ciri:
  1. Ada yang bersel satu, bersel banyak, berkoloni, berbentuk benang, dan lembaran
  2. Selnya eukarion
  3. Bentuk tubuhnya ada yang bulat, filamen, lembaran, dan ada yang menyerupai tumbuhan tinggi
  4. Mempunyai klorofil a dan b, serta pigmen karoten dan xantofil
  5. Kloroplas mempunyai pirenoid yang berfungsi dalam pembentukan dan penyimpanan pati (starch) sebagai hasil fotosintesis
  6. Pada beberapa jenis Chlorophyta (biasanya jenis yang motil) terdapat stigma
  7. Habitat: air tawar, air laut dan tempat lembab
  8. Cara hidup: secara autotrof dan ada juga yang bersimbiosis dengan organisme lain, seperti lumut yang membentuk lumut kerak
Reproduksi

Reproduksi aseksual terjadi melalui pembentukan Zoospora maupun Aplanospora, yaitu spora yang memiliki flagel sehingga dapat bergerak atau berpindah tempat dan tidak berdinding. Zoospora berbentuk seperti buah pir dengan dua sampai empat bulu cambuk, mempunyai vakuola kontraktil, dan kebanyakan mempunyai satu bintik mata (stigma). APlanospora merupakan spora tak berflagel, berdinding dan tidak banyak Chlorophyta yang membentuk spora macam ini.

Reproduksi seksual berlangsung dengan konjugasi, yaitu bersatunya individu yang berlainan jenis. Hasil konjugasi berupa suatu suatu zigospora.

Contoh beberapa jenis alga hijau antara lain:
  1. Bersel satu tidak bergerak           : Chlorococcus sp., Chlorella sp.
  2. Bersel satu dan bergerak bebas : Euglena viridis, Chlamydomonas sp.
  3. Berkoloni dan bergerak                : Volvox globator
  4. Berkoloni dan tidak bergerak      : Hydrodictionsp.
  5. Berbentuk benang                        : Spirogra sp., Oedogonium sp.
  6. Berbentuk lembaran                     : Ulva sp., Chara sp.
Berikut akan saya bahas beberapa contoh alga hijau  tersebut:

Chlorella
Chlorella sp
Hidup di air tawar, air laut, dan di tempat-tempat yang basah. Bentuknya seperti bola sedangkan kloroplasnya berbentuk seperti mangkok. Chlorella banyak digunakan di laboratorium untuk pengamatan fotosintesis. Chlorella ini nisa dijadikan sebagai sumber makanan yang baru karena beberapa hal istimewa yang dimilikinya, yakni:



  1. Perkembangannya cepat jika berada dalam lingkungan yang baik dengan suhu ideal untuk fotosintesis sekitar 25˚ C
  2. Bila dalamkulturnya dimasukkan zat organik sederhana, cukup karbondioksida dan cahaya maka ganggang ini akan berfotosintesis dan selanjutnya akan menghasilkan karbohidrat, protein dan lemak.
Karbohidrat, protein dan lemak yang dihasilkan dapat diatur sesuai dengan keinginan kita. Jika intensitas cahaya, lamanya penyinaran, dan mineral yang terdapat dalam substratnya diatur dengan tepat maka ganggang ini akan menghasilkan zat-zat tersebut dengan perbandingan yang sesuai dengan kehendak kita.
Spirogyra
spirogyra
Habitatnya di air tawar, sel-selnya tersusun dalam filamen panjang tak bercabang. Masing-masing sel mengandung satu atau lebih kloroplas besar dan berbentuk spiral.  Filamen itu tumbuh memanjang dan seiring membelahnya sel melalui mitosis, Spirogyra ini bereproduksi secara aseksual melalui fragmentasi. Sementara reproduksi seksual melaui secara konjugasi dan berlangsung sebagai berikut:
  • Spirogyra yang berbeda jenis berdekatan kemudian pada sel-sel yang berdekatan timbullah tonjolan yang saling mendekati hingga bersatu membentuk pembuluh. Protoplasma yang satu (jenis+) pindah ke sel satunya (kenis-), dengan demikian terjadilah persatuan plasma (plasmogami) yang kemudian diikuti persatuan inti (kariogami). Hasil persatuan ini berupa zigospora yang diploid. Zigospora mengalami meiosis dan terbentuklan empat sel yang diploid. Dari keempat sel ini biasanya satu sel tumbuh menjadi benang Spirogyra
Ulva

Ulva sp
Koloni Ulva membentuk suatu lembaran setebal dua sel. lebarnya beberapa cm dan panjang 30 cm atau lebih. Ulva ditemukan pad air asin dan payau, menempel pada kayu-kayuan atau pada batu-batu karang sepanjang pantai.
Reproduksi aseksualnya dengan zoozpora berflagel empat. Reproduksi seksualnya terjadi dengan bersatunya sel kelamin jantan dan sel kelamin betina yang masing-masing berbentuk seperti zoospora biasa.


 Namun kedua jenis sel kelamin itu berukuran lebih kecil daripada zoospora biasa dan masing-masing berflagel dua. Berikut siklus seksual dari Ulva:
  • Generasi seksual haploid (gametofit) dan generasi diploid (sporofit). Gametofit menghasilkan gamet yag akan membentuk zigot melalui singami. Zigot berkembang menjadi sporofit, kemudian berkembang menjadi sporangia. Sporangia menghasilkan sel-sel reproduksi yang disebut zoospora. Sel-sel ini berkembang secara langsung menjadi gametofit.
Peranan Chlorophyta: sebagai fitoplankton dalam ekosistem air, dan bahan makanan (sumber karbohidrat dan protein baru)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More