Amazing INDONESIA

Selasa, 23 Agustus 2011

Organisasi Tingkat Protoplasma

Kali ini saya akan menguraikan mengenai organisme tingkat protoplasma, disebut demikian karena hewan-hewan yang termasuk di dalam organisasi ini adalah hewan-hewan yang organisasi tubuhnya hanya terdiri dari satu sel saja di mana seluruh proses-proses metabolisme terjadi di dalam protoplasma sel itu sendiri. Sampai sekarang hewan-hewan yang termasuk ke dalam organisasi  ini tergabung dalam phylum:  Protozoa (protos= pertama, awal; zoion= hewan). Sering juga disebut bahwa Protozoa ini adalah hewan uniseluler, sedang Parazoa atau metazoa adalah multiseluler. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa tubuh satu organisme Protozoa dapat disamakan dengan 1 sel dari Parazoa atau metazoa. Jadi satu sel pada protozoa merupakan keseluruhan dari organisme itu, sedang satu sel protozoa atau metazoa merupakan kesatuan atau bagian terkecil dari organisme tersebut.
Sitoplasma protozoa  sebagian besar tidak berwarna, tetapi beberapa spesies yang kecil misalnya Stentor coereleus berwarna biru dan  Blepharusma lateritia berwarna merah, atau merah-muda. Dua bagian sitoplasma biasanya dibedakan atas bagian pinggiran yang disebut Ectoplasma dan bagian sentral yang lebih padat dan bergranula disebut  Endoplasma.
Vakuola yang terdapat dalam Protozoa dapat dibedakan atas Vakuola Kontraktil  dan Vakuola makanan  serta vakuola stasionari. Vakuola yang terakhir itu mengandung cairan yang terdapat dalam tubuh Protozoa. Sebagai aturan umum vakuola makanan dan vakuola kontraktil terdapat pada Protozoa air tawar tetapi tidak terdapat pada sebagain besar Protozoa yang hidup parasit dan hidup dalam air laut. Fungsi vakuola kontraktil ialah mengatur keseimbangan osmosis antara bagian dalam tubuh dan sekelilingnya.
Terdapat beberapa tipe dalam nutrisi Protozoa yakni; Holozoik, Holofitik/autotropik, dan  Sporozoik.   Holozoik; individu yang memiliki sifat mengambil makanan dalam bentuk padat dari lingkungannya, seperti bakteri, ragi, dll,  Holofitik/autotropik; kemampuan individu untuk membentuk senyawa  organik yang berasal dai unsur-unsur mineral dengan cara fotosintesis. Saprozoik;  memakan sisa hewan yang sudah mati.
Protoplasma dari sel Protozoa dapat mengadakan modifikasi-modifikasi atau penonjolan-penonjolan yang dapat bersifat sementara atau tetap. Penonjolan yang bersifat  sementara, misalnya penonjolan-penonjolan yang berfungsi amuboid. Beberapa sel-sel amuboid mungkin dapat bergabung membentuk "Syncytium" atau plasmodium.
Pada penonjolan yang bersifat tetap, terbagi atas 2 tipe, yaitu:
  1. Penonjolan-penonjolan yang berbentuk seperti cambuk (flagellum), berjumlah 1 atau 2 dan berfungsi sebagai alat gerak.
  2. Penojolan-penonjolan protoplasma yang berbentuk sedemikian rupa sehingga merupakan benang-benang halus (Cillium) yang terdapat pada seluruh permukaan tubuh.
Satu organisme mungkin dapat bersifat amuboid, flagella, cyste atau plasmodium. Oleh karena itu, pembagian hewan-hewan dalam classes di dasarkan pada phase yang paling menonjol di dalam cylus hidupnya. Hal ini  disebabkan karena ada golongan tertentu yang selalu bersifat amuboid, yang lain selalu cenderung membentuk plasmodia, dan ada golongan lain lagi yang mempunyai flagellum atau cilia sebagai karakteristiknya.
Berdasarkan hal-hal tersebut maka phyllum Protozoa ini dibedakan menjadi 4 kelas, yaitu;
  1.  Rhizopoda (Rhiza= akar, Podium= kaki). Rhizopoda ini ada pula yang menyebutnya  Sarcodina (Sarkodes=berdaging). Rhizopoda adalah golongan Protozoa di mana terutama ada phase amuboid, yaitu hewan yang selalu membentuk kaki-kaki (pseupodia) seperti akar. Pada beberapa phase seringkali timbul flagellum, sedang pembentukan cyste juga seringkali terjadi.
  2. Mastigosphora (Mastik= cambuk; phorous=  mengandung). Mastigosphora ini lebih sering disebut dengan Flagellata (Flagellum= cambuk). Mastigosphora adalah golongan protozoa di mana adanya flagellum merupakan ciri khasnya, tetapi cyste dan bentuk amuboid seringkali juga terjadi.
  3. Sporozoa (Spora= benih; zoion=  hewan). Sporozoa adalah golongan protozoa yang bersifat parasiter di mana pada yang dewasa tidak mempunyai alat gerak khusus. Dalam siklus hidupnya membentuk sporae. Fase flagellat dan fase amuboid mungkin juga ada sedangkan fase cyste hampir selalu ada.
  4. Ciliophora (Cillium= rambut/bulu; phorous=  mengandung). Ciliophora adalah golongan protozoa yang berciliata pada waktu mudanya atau sepanjang hidupnya. 
RHIZOPODA/SARCODINA
 
Ciri-Ciri:
  1. Alat gerak berupa kaki semu/ pseudopodia
  2. Gerakan protoplasma untuk membentuk kaki semu disebut gerak amuboid 
  3. Bentuk tubuh berubah-ubah
  4. Hidup di air laut, air tawar, atau parasit pada tubuh hewan/ manusia 
  5. Berkembang biak dengan cara membelah diri
  6. Mempunyai dua macam vakuola (V. kontraktil dan V nonkontraktil)
  7. Pernapasan dilakukan dengan cara difusi melalui seluruh permukaan tubuh
Contoh organisme Rhizopoda:
  1. Amoeba proteus. Hidup di air tawar. Apabila cuaca buruk dapat membungkus dirinya membentuk kista. Dalam keadaan ini, Amoeba  tidak akan mengadakan kegiatan atau disebut inaktif. Apabila keadaan lingkungan memungkinkan hidup normal kembali maka Amoeba akan keluar dari kistanya.
  2. Entamoeba coli (E.coli). Hidup dalam usus manusia, membantu membusukkan sisa makanan dan membantu pembentukan vitamin K. E.coli juga digunakan sebagai indikator air yang tercemar.
  3. Entamoeba histolytica dan Entamoeba dysentriae,  penyebab  disentri.
FLAGELLATA/ MASTIGOPHORA
Ciri-ciri Flagellata:
  1. Alat gerak berupa flagel/ bulu cambuk
  2. Ada yang hidup soliter dan ada yang berkoloni 
  3. Habitatnya di laut, air tawar, dan parasit dalam tubuh manusia dan hewan
  4. Pembiakan secara vegetatif dengan membelah diri 
  5. Beberapa jenis ada yang mempunyai klorofil
Contoh:
  1. Euglena viridis, mempunyai kloroplas sehingga dapat berfotosintesis
  2. Volvox globator, hidup di air tawar dan berkoloni
  3. Noctiluca miliaris, hidup di air laut pada malam hari dapat mengeluarkan cahaya
Flagellata yang parasit pada hewan/manusia yaitu:
  1. Trypanosoma gambiense, penyebab penyakit tidur
  2. Trypanosoma evansi,  penyebab penyakit surra pada ternak
  3. Trypanosoma rhodosiense, penyebab penyait tidur
  4. Trypanosoma levisi,  parasit dalam darah tikus
  5. Trypanosoma cruzi, penyebab anemia
  6. Leismania donovani, penyebab penyait kala azar
  7. Leismania tropica, penyebaba penyakit kulit
CILIATA/INFUSORIA/CILIOPHORA
Alat gerak berupa cilia/bulu getar. Habitat di air tawar/tempat lembab. Contoh Ciliata ialah:
  1. Paramecium caudatum, hidup di air tawar yang banyak mengandung zat organik. Pembiakan hewan ini secara vegetatif dengn pembelahan biner, sedangkan generatif dengan konjugasi. Hewan ini mempunyai dua buah inti yaitu makronukleus dan mikronukleus (bertanggung jawab pada proses reproduksi)
  2. Stentor, berbentuk seperti terompet
  3. Vorticella,  berbentuk seperti lonceng
  4. Didinium,  sebagai predator Paramecium sp
  5. Balantidium coli, merupakan penyebab sakit perut
  6. Stylonichia, berbentuk seperti siput
SPOROZOA
Ciri-ciri sporozoa yaitu tidak memiliki alat gerak. Semua sporozoa hidup sebagai parasit. Pembiakan sporozoa secara vegetatif dengan membelah diri sedangan secara generatif dengan perkawinan sel-sel gamet. Contohnya, Plasmodium yang merupakan penyebab penyakit malaria.
  • Plasmodium falciparum, penyebab malaria tropika, masa sporulasi tidak teratur (1 atau 2 x 24 jam)
  • Plasmodium vivax, penyebab malaria tertiana, masa sporulasi tiap 2 x 24 jam
  • Plasmodium malariae,  penyebab malaria quartana, masa sporulasi tiap 3 x 24 jam
Daur hidup Plasmodium mengalami dua fase yaitu:
  1. Fase vegetatif, terjadi di dalam tubuh penderita malaria
  2. Fase generatif, terjadi di dalam tubuh nyamuk Anopheles betina
Siklus hidup Plasmodium adalah sebagai berikut:
  1. Sporozoid masuk ke dalam darah manusia melalui tusukan nyamuk Anopheles betina yang telah mengisap darah penderita malaria.
  2. Sporozoid yang sudah ada di dalam tubuh manusia, langsung menyerang sel-sel organ hati. Di sini sporozoid akan membelah diri membentuk merozoid. Proses perubahan dari sporozoid menjadi merozoid  di dalam sel-sel organ hati disebut schizogami. Pada saat ini plasmodium belum masuk ke eritrosit.
  3. Merozoid yang telah masuk akan menyerang eritrosit, eritrosit yang terserang di dalamnya akan tampak terdapat semacam cincin yang disebut ringform.
  4. Tropozoid di dalam eritrosit akan mengalami pembelahan dan membentuk merozoid, sejumlah 8-9 buah.
  5. Setelah keluar dari eritrosit maka merozoid akan masuk ke dalam eritrosit yang lain lagi, sehingga akhirnya eritrosit akan banyak rusak atau mati. Pada saat eritrosit pecah, suhu badan penderita akan mengingat. Peristiwa pembentukan merozoid disebut sporulas.
  6. Pembentukan merozoid di dalam eritrosit akan berlangsung terus-menerus bila menjumpai eritrosit yang lain, dan pada suatu  saat merozoid akan berubah menjadi calaon gamet jantan dan betina. Perubahaan merozoid  menjadi gamet disebut tahap gametogoni atau gametogenesis.
  7. Bila gamet-gamet tersebut terisap ke dalam tubuh nyamuk saat mengisap darah manusia, di dalam tubuh nyamuk, gamet-gamet akan berubah menjadi mikrogamet (gamet jantan) makrogamet gamet betina), kemudian terjadilah peleburan antara dua gamet yang berlainan jenis dan terbentuklah zigot.
  8. Zigot akan berubah menjadi agak lonjong dan bergerak aktif. Bentuk yang demikian  disebut ookinet.  Ookinet akan memasuki jaringan perut nyamuk dan akan berubah bentuk menjadi bulat Ookinet  yang demikian disebut ookista.
  9. Inti ookista akan membelah beberapa kali yang akhirnya keluar menjadi sporozoid. Proses pembentukan sporozoid disebut sporogoni.
  10. Sporozoid yang terbentuk dari ookista jumlahnya sangat banyak dan akan menuju ke kelenjar ludah nyamuk. Apabila nyamuk yang mengandung sporozoid  mengisap darah manusia maka tubuh orang tersebut akan tertular sporozoid yang dibawa nyamuk itu sebab nyamuk sebelum mengisap darah selalu menyemprotkan liurnya terlebih dahulu.
Untuk mencari kata yang spesifik anda cukup menekan cntl + F, lalu masukkan kata yang anda cari pada  pada taskbar di bawah layar  anda.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More