All About Science

Rabu, 22 Februari 2012

Alga

Alga atau ganggang terdapat hampir di seluruh permukaan bumi. Alga uniseluler maupun multiseluler termasuk ke dalam jenis tumbuhan bertalus (Thallophyta) karena anggota kelompok ini tidak memiliki akar, batang dan daun sejati.

Dalam perairan, alga merupakan penyusun fitoplankton yang biasanya melayang-layang di dalam air, tetapi dapat juga hidup melekat di dasar perairan. Alga yang hidup melayang-layang disebut neustonik dan yang hidup di dasar disebut bentik.

Alga yang bersifat bentik digolongkan lagi menjadi:
  • epilitik (hidup di atas batu)
  • epipalik (melekat pada lumpur atau pasir)
  • epipitik (melekat pada tanaman)
  • epizonik (melekat pada hewan)
Berdasarkan habitat yang di tempatinya di perairan:
  • Alga subaerial, yaitu alga yang hidup di daerah permukaan
  • Alga intertidal, yaitu alga yang secara periodik muncul ke permukaan karena naik-turunnya air akibat pasang surut
  • Alga sublitoral, yaitu alga yang berada di bawah permukaan air
  • Alga edafik, yaitu alga yang hidup di dalam tanah
Semua alga mengandung klorofil, di samping itu juga terdapat pigmen lain yang berbeda-beda dan terkadang lebih dominan dari klorofil. Begitu juga dalam hal bentuk tubuh, alga memiliki bentuk tubuh yang bermacam-macam ada yang bersel tunggal (uniseluler), ada yang membentuk koloni berupa filamen (berbentuk benang). Berbeda dengan bentuk tubuh uniseluler yang mikroskopis, pada ganggang yang membentuk koloni berupa filamen berukuran cukup besar sehingga mudah dilihat dengan mata telanjang.

Cara ganggang bereproduksi terjadi melalui dua cara, yaitu seksual dan aseksual. Reproduksi secara aseksual terjadi melalui pembelahan sel, fragmentasi, dan pembentukan zoozspora, sedangkan reproduksi seksual terjadi melalui isogami dan oogami.

Berdasarkan dominasi pigmennya, ganggang dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok, yaitu:
  1. Ganggang Hijau ( Chlorophyta)
  2. Ganggang Api (Phyrophyta/Dinoflagellata)
  3. Ganggang Merah (Rhodophyta)
  4. Ganggang Cokelat (Phaeophyta)
  5. Ganggang Keemasan/pirang (Crysophyta)
  6. Ganggang Euglenophyta
Daftar Pigmen, Makanan cadangan, dan Kandungan Dinding
Divisi Klorofil Pigmen lainMakanan CadanganDinding Sel                    
Chlorophytaa dan bKarotin, xantofil PatiSelulosa, pektin 
Phyrophytaa dan cKarotin, xantofil PatiSelulosa
Rhodophytaa dan bFikoeritrin, warna lain yang tertutup oleh fikoeritrin; fikosianin, karotin, xantofil                          Floridean, floridisid (senyawa gliserin dan galaktosa), dan tetes minyakSelulosa
Phaeophytaa dan cKarotin, xantofil Laminarin Selulosa, pektin dan asam algin                  
Chrysophytaa dan cKarotin, xantofil Leukosin/krisolaminarin, minyakSelulosa, pektin, silika atau kadang tidak ada
Euglenophytaa dan bKarotin, xantofil Paramilum, lemak-

Tags: Alga, Ganggang, Jenis-jenis ganggang, Jenis-jenis alga, Alga berdasarkan habitatnya, Ganggang berdasarkan habitatnya, Alga berdasarkan pigmennya, Ganggang berdasarkan pigmennya

Senin, 06 Februari 2012

Manfaat Menangis



Mengeluarkan air mata atau singkatnya, menangiss...hmmm saya rasa semua orang pasti pernah menangis kan, entah itu karena sedih, terharu, kecewa, sakit hati, dan lain sebagainya. Akan tetapi bagi sebagian kaum adam mungkin mereka masih segan tuk mengeluarkan air mata mereka, yah mungkin takut dibilang cengenglah atau apalah. Tapi tunggu dulu kawan, karena ternyata air mata kita  juga ada manfaatnya bagi kesehatan kita, berikut ini adalah manfaat yang bisa kalian rasakan setelah menangis:
  1. Mengurangi stres sekaligus mengeluarkan racun. Sebuah studi yang dilakukan oleh Dr William H. Frey (seorang ahli biokimia) menemukan bahwa  ketika seseorang sedang stes maka tubuhnya akan memproduksi hormon yakni hormon adrenokortikotropik (adrenocorticotrophic hormone, ACTH), dan leusin enkephalin, hormon ini merupakan indikator seseorang yang sedang stres. Nah, dengan menangis inilah maka hormon itu pun akan dikeluarkan bersamaan dengan keluarnya air mata. Makanya biasanya orang biasa sedikit lega kalau sudah menangis, karena hormon ini dah dikeluarin daari tubuh kita bersamaan dengan keluarnya air mata tadi.
  2. Pembersih mata/Pelumas mata. Eits, bukan mesin saja yang butuh pelumas, mata kita juga tapi pelumasnya beda, tidak perlu dibeli alias gratis, yaitu air mata kita. Kawan, bukannya tanpa alasan lho seseorang itu berkedip karena ternyata dengan berkedip maka kelopak mata kita akan membawa cairan yang disekresikan oleh kelenjar air mata. Tanpa itu, mata kita akan  menjadi perih karena kekeringan, coba saja kalian tahan mata kita untuk tidak berkedip, perih kan. Biar tidak perih cukup berkedip saja segera.
  3. Mencegah iritasi pada mata. Selain untuk melumasi mata, air mata juga membantu untuk menghilangkan jenis iritasi di mata, buktinya ketika mata kita kemasukan benda seperti pasir atau kotoran, asap atau apa pun kita pasti mengeluarkan air mata. Bisa saya katakan kalo menangis itu sama halnya seperti bersin atau batuk yang merupakan bentuk pertahan tubuh kita untuk mengeluarkan benda-benda asing yang mencoba untuk masuk. Sepakat...? Next...
  4. Membunuh bakteri. Ternyata air mata kita juga bisa membunuh bakteri, nah lho kenapa bisa? Hal ini dikarenakan dalam air mata kita terkandung semacam antibakteri alami yang disebut dengan lisozim. Nggak kebayang kalo sampe si Lisozim nie nggak ada. Bisa buta nie mata gara-gara terserang bakteri yang bertebaran di udara. 
  5. Menimbulkan perasaan lega  (Meningkatkan mood). Menangis juga ternyata dapat melepaskan endorfin ke dalam tubuh kita.membantu untuk meringankan suasana hati dan menciptakan mood yang lebih baik.
  6. Menurunkan tekanan darah. Masih berkaitan dengan fungsi sebelumnya, karena dengan mengeluarkan air mata maka akan menciptakan mood yang lebih baik dan menurunkan tingkat stres seseorang. Jadi, jika seseorang menahan tangisnya, sama saja ia sedang membangun suasana stres terhadap dirinya dengan kata lain mempertinggi tekanan darahnya. Jadi jangan terlalu keras kepala pada diri sendiri untuk tidak menangis, karena nyatanya setiap orang butuh untuk menangis(pa lagi dah tau manfaatnya yang ajib...)
  7. Membersihkan hidung. Hehe, pasti pada heran kok menangis bisa membersihkan hidung. Begini..ni..cukup sederhana koq. Saluran air mata berjalan ke bawah dan terhubung ke bagian dalam hidung, dan kapanpun kita meneteskaair mata, sebagian air mata itu juga dikirim ke dalam hidung kita. Secara harfiah, kita tidak hanya menangis di luar, tapi kita juga  menangis di dalam. Setidaknya begitulah menurut Dr Judith Orloff (baca lebih lanjut di: http://healthmad.com/children/10-health-benefits-of-crying/#ixzz1laj2WwrD)

    Yah, bagitulah manfaat menangis yang bisa saya sampaikan. Jadi kawan (agan-agan maupun sista'-sista') menangislah jika harus menangis karena kita semua manusia, manusia bisa terluka dan manusia pun bisa mengambil hikmah (nyontek lirik lagunya Dewa, hehe). Tapi terlalu sering nangis juga nggak baik ntar malah jadi kebanjiran (hehe, bercanda), mungkin itu tandanya Anda mungkin sedang deprseri berat, kalo itu terjadi anda benar-benar butuh bantuan psikis (ingat segala yang berlebihan itu kan juga nggak baik).

    Tags: Manfaat dari menangis, Manfaat kalau orang menangis, Manfaat menangis bagi kesehatan, Manfaat dari air mata, Manfaat yang diperoleh setelah menangis, Kegunaan air mata

Sabtu, 04 Februari 2012

Indera pada Avertebrata

facebook.com/group.php?gid=61534563689
 
Avertebrata adalah hewan yang tidak mempunyai tulang belakang. Kelompok hewan ini memiliki indera yang bervariasi dan masih tergolong sederhana. Berikut adalah beberapa hewan yang mewakili hewan avertebrata

Indera pada Protista

Contoh hewan yang tergolong protista adalah Euglena. Euglena ini mempunyai dua macam indera, yaitu indera peraba berupa bulu cambuk dan bintik mata yang berwarna merah sebagai penerima rangsang cahaya. Apabila terkena cahaya, Euglena ini akan segera mendekati sumber cahaya tersebut. Gerak Euglena mendekati cahaya ini disebut dengan fototaksis.

Indera pada Cacing Tanah (Lumbricus terrestris)

Lumbricus terrestris memiliki indera penerima rangsang cahaya yang hanya dapat membedakan antara gelap dan terang akan tetapi tidak dapat membedakan warna. Indera ini terdapat di seluruh permukaan tubh, tepatnya di lapisan epidermis kulit bagian dorsal tubuh. Lumbricus terrestris juga mempunyai sel sensori yang peka terhadap rangsang sentuhan, tekanan, suhu dan bahan kimia.

Indera pada Mollusca

Pada kelas Chepalopoda seperti cumi-cumi (Loligo sp) indera penglihatannya telah berkembang dengan baik dan hampir menyamai mata hewan vertebrata. Pada kelas Gastropoda seperti siput (Lymnaea sp) terdapat dua pasang tentakel di kepala untuk meraba. Pada ujung tentakel tersebut terdapat mata, akan tetapi mata ini hanya dapat membedakan antara gelap dan terang saja.

Indera pada Serangga (Insecta)

Pada umumnya indera yang cukup berkembang pada serangga adalah pada bagian mata dan sungut (antena). Serangga pun memiliki jenis mata ang bervariasi, ada yang mempunyai mata tunggal (ocellus) ada yang memiliki majemuk dan ada pula yang memiliki kedua-duanya, seperti belalang (Disosteria carolina). Mata tunggal hanya mempunyai satu alat penerima rangsang cahaya. Mata majemuk (faset) terdiri atas beribu-ribu omatidium (jamak= omatidia) yang terdiri atas lensa mata, sel yang peka terhadap cahaya, dan serabut saraf. Omatidium ini hanya mampu menerima cahaya tegak lurus. Cahaya yang datang mirig diserap oleh sel-sel pigmen yang ada di tulang belakang lensa.

Indera selanjutnya adalah sungut. Sungut ini berfungsi sebagai alat peraba dan pembau. Antena ini biasanya berbulu sehingga memungkinkan serangga mendapatkan molekul bau-bauan di udara dalam kawasan yang luas. Alat peraba juga ditamukan di sekitar mulut. Di bagian  pangkal antena terdapat indera pendengar dan alat keseimbangan. Selain itu, serangga memiliki pheromone atau Feromon yang merupakan indera untuk mendeteksi sinyal kimia yang dikeluarkan oleh hewan yang satu spesies sebagai bentuk komunikasi.

Indera peraba pada belalang (Disosteria carolina) yaitu rambut halus yang terdapat pada bagian antena dan ruas kaki yang sangat peka terhadap sentuhan.


Jumat, 03 Februari 2012

Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku merupakan tumbuhan kedua setelah lumut yang mempunyai tingkat adaptasi yang jauh lebih berkembang dibandingkan dengan lumut itu sendiri. Dalam hal reproduksi tumbuhan paku juga bereproduksi secara metagenesis. Yang menjadi perbedaan besar antara keduanya adalah bahwa pada tumbuhan paku ini sudah dilengkapi dengan pembuluh angkut xilem dan floem sehingga dimasukkan sebagai tumbuhan berpebuluh (Tracheophyta). Selain itu tumbuhan paku tergolong dalam tumbuhan kormofita (telah memiliki akar, batang dan daun sejati), lebih tepatnya kormofita berspora, karena dalam siklus hidupnya ia menghasilkan spora. Perbedaan lainnya dengan tumbuhan lumut yakni pada fase sporofitnya, kalau di tumbuhan lumut fase sporofit adalah fase yang singkat maka pada tumbuhan paku sendiri justru fase sporofit merupakan fase terlama dibanding dengan fase gametofit, sehingga siklus hidupnya merupakan kebalikan dari siklus hidup paku.

Ciri-Ciri Tumbuhan Paku
  1. Sudah memiliki akar, batang dan daun sejati
  2. Batangnya berpembuluh
  3. Terdiri atas dua generasi, saprofit (menghasilkan spora) dan gametofit (menghasilkan sel kelamin)
  4. Berdasarkan fungsinya, daun dibedakan menjadi daun tropofil (untuk fotosintesis) dan daun sporofil (untuk spora)
  5. Berdasarkan bentuknya, daun dibedakan menjadi daun mikrofil (daun kecil) dan daun makrofil (daun besar)
Menurut jenis spora yag dihasilkan, tumbuhan paku dibedakan menjadi:
  • Paku homospora/isospora adalah jenis tumbuhan paku yang menghasilkan satu jenis spora saja, misalnya paku Lycopodium (Paku kawat)
  • Paku heterospora adalah jenis tumbuhan paku yang menghasilkan dua jenis spora yaitu spora jantan (mikrospora) dan spora betina (makrospora) misalnya Selaginella  (paku rane) dan Marsiela crenata (semanggi)
  • Paku peralihan adalah jenis tumbuhan paku yang menghasilkan spora dengan bentuk dan ukuran yang sama tetapi memiliki jenis kelamin yang berbeda, misalnya Equisetum debile (paku ekor kuda)
Reproduksi Tumbuhan Paku

Pada metagenesis tumbuhan paku, baik pada paku homospora, paku heterospora, ataupun paku peralihan, pada prinsipnya sama. Jika spora jatuh ditempat atau habitat yang mendukung atau cocok makan ia akan tumbuh menjadi protalium yang selanjutnya akan membentuk gametofit (n) yakni anteridium (penghasil sperma) dan arkegonium (penghasil ovum). Dengan perantaraan air, sperma akan bergerak menuju ovum dan terjadilah fertilisasi yang akan menghasilkan zigot (2n). Zigot akan mengalami pembelahan mitosis dan tumbuh menjadi embrio (2n) dan selanjutnya embrio akan berkembang menjadi sporofit (2n).

http://www.sentra-edukasi.com
Klasifikasi Tumbuhan Paku
  1. Psilopsida (Paku Purba). Sesuai dengan namanya paku purba merupakan paku yang sebgaian besar hidup pada  zaman purba dan sebgaian besar telah mengalami kepunahan. Jadi saat ini hanya tersisa  beberapa spesies saja. Contohnya. Psilotum nudum
  2. Lycopsida (Paku Kawat). Biasa juga disebut pinus tanah, merupakan kormofita sejati. Sporangium tersusun membentuk strobilus yang terdapat pada ujung batang. Habitatnya di hutan-hutan tropis dan substropik sebgai epifit. Contoh Lycopodium dan Selaginella.
  3. Spenopsida (Paku Ekor Kuda). Kelompok tumbuhan paku ini pernah mencapai masa kejayaannya selama masa Karboniferus, ketika banyak spesiesnya tumbuh hingga setinggi 15 m, yang bertahan hidup dari divisi tumbuhan ini hanayalah sekitar 15 spesies dari genus tunggal yang tersebar sangat luas. Equisetum  yang paling umum ditemukan di bumi belahan utara. Contoh tumbuhan paku ini adalah Equisetum debile. Equisetum memiliki rhizoma di bawah tanah tempat batang vertikal akan muncul. Batang lurus berlubang memiliki ruas-ruas, dan lilitan daun atau batang kecil akan muncul di ruas tersebut. Pada ujung beberapa batang Equisetum terdapat struktur yang mirip kerucut, yang mengandung sporangia. Epidermis, lapisan luar sel-selnya mengandung silika yang menyebabkan tumbuhan tersebut mempunyai tekstur be rpasir. Sebelum adanya alat penggosok dari baja, orang menggunakan batang ekor kuda abrasif itu untuk menggosok pot dan kuali.
  4. Pteropsida (Paku Sejati), merupakan paku yang paling banyak disekitar kita. Jenis ini sering digunakan sebagai tanaman hias. Ciri khas dari tumbuhan paku ini adalah daun mudanya yang selalu dalam keadaan menggulung jika sedang tumbuh
Peranan Tumbuhan Paku
  1. Azolla pinnata (paku air) sangat bermanfaat untuk menyuburkan tanah (biasa digunakan sebagai pupuk hijau tanaman padi di sawah).
  2. Marsilea crenata  (semanggi) dimanfaatkan untuk dimakan sebagai sayuran.
  3. Platycerium bifurcatum (paku tanduk rusa) sebagai tanaman hias.
Sumber:  Biologi. Campbell. Edisi V, Jilid 2. Super Bank Soal Biologi. Basuki Utami.  Biologi SMA. Sri Wahyuni

Tags:

Kamis, 02 Februari 2012

Tumbuhan Lumut (Bryophyta)


Tumbuhan lumut (Bryophyta, Bahasa Yunani, bryon) merupakan tumbuhan  pertama yang hidup di darat. Lumut merupakan tingkat struktural yang paling sederhana di antara semua tanaman darat. Lumut hanya dapat ditemukan di tempat yang lembab. Hal ini dikarenakan ketergantungan lumut yang masih sangat  tinggi terhadap air, karena air ini memiliki peran penting dalam reproduksi lumut itu sendiri. Spermanya, seperti sperma alga hijau, memiliki  flagela dan harus berenang dari anteridium ke arkegonium untuk membuahi sel telur.

Ciri-Ciri Lumut
  1. Berklorofil, bersifat fotoautotrof, multiseluler
  2. Akar, batang dan daun belum bisa dibedakan (tumbuhan peralihan antara talus (lembaran) dan kormus (Cormophyta)
  3. Akat berupa rhizoid
  4. Tidak berpembuluh
  5. Hidup di tempat lembab
Reproduksi Lumut

Tumbuhan lumut mempunyai daur hidup yang terdiri atas generasi sporofit (generasi yang menghasilkan spora) dan generasi gametofit (generasi yang menghasilkan gamet). Generasi gametofit tumbuhan lumut memiliki ukuran yang lebih besar sehingga dapat di amati dengan mata telanjang.  Perlu dikatahui juga bahwa generasi gametofit (haploid) erupakan generasi dominan pada tumbuhan lumut. Sporofit umumnya lebih kecil dan daur hidupnya lebih  singkat. 
  • Generasi gametofit : pembentukan gamet (tumbuhan lumut - arkegonium + anteridium - ovum+sperma - zigot)
  • Generasi sporofit : pembentukan spora (sporogonium - spora - protonema)



Klasifikasi Lumut

  1. Lumut daun (Bryoceae). Lumut daun meripakan lumut yang paling banyak dijumpai. Hidupnya berkelompok membentuk hamparan yang luas. Meskipun lumut daun memiliki ukuran tubuh pendek, dampak kolektifnya pada bumi sangat besar. Sebagai contoh, lumut gambut atau Sphagnum, menutupi paling tidak 3% permukaan daratan bumi seperti karpet, dengan kerapatan tertinggi pada garis lintang utara. Hamparan tebal tumuhan hidup dan mati di tanah yang basah, mengikat banyak sekali karbon organik kaerna berlimpahnya bahan-bahan resisten pada gambut tersebut yang tidak mudah diurai oleh mikroba. Sebagai tempat menyimpan karbon, rawa gambut tersebut berperan penting dalam menstabilkan konsentrasi karbondioksida di atmosfer bumi, dan demikian pula iklim bumi melalui efek rumah kaca yang berkaitan dengan karbondioksida. Contoh lain dari lumut daun adalah Polytrichum.
  2. Lumut hati (Hepaticae), merupakan tumbuhan yangkuran mencolok mata dibandingkan dengan lumut daun. Memiliki generasi gametofit berbentuk talus yang datar. Lumut ini banyak dijumpai pada daerah yan belum tercemar sehingga dapat dijadikan indikator pencemaran udara dan hutan tropis merupakan rumah bagi spesies lumut ini. Salah satu jenis lumut hati yang sering dijumpai adalah Marchantia polymorpha.
  3. Lumut tanduk (Anthoceratoceae). Strukturnya mirip dengan lumut hati yang membedakan keduanya adalah sporofitnya yang membentuk kapsul memanjang yang tumbuh seperti tanduk dari hamparan gametofit yang menyerupai keset. Bukti terbaru yang didasarkan pada urutan asam nukleat menunjukkan bahwa , di antara semua briofita, lumut tanduk yang paling dekat hubungan kekerabatannya dengan tumbuuhan vaskuler. Contohnya adalah Anthoceros formosae.


Peran Lumut
  1. Marchantia polymorpha sebaai obat hepatitis (radang hati)
  2. Spagnum sebagai pengganti bahan pemalut (kapas) dan sumber bahan bakar
  3. Secara ekologi, lumut dapat menyerap air dan menahan pengikisan tanah oleh air


bluetier.org/Sphagnum
bryophytes.plant.siu.edu/images/Marchantia







http://bryophytes.plant.siu.edu/imAnthoceros
Sumber: Biologi. Campbell. Edisi V, Jilid 2. Super Bank Soal Biologi. Basuki Utami.  Biologi SMA. Sri Wahyuni

Jumat, 27 Januari 2012

Fakta-Fakta Mengenai Otak

Sharing Ilmu Bio


Beberapa ilmuwan dan dokter telah mengabdikan seluruh hidup mereka untuk belajar bagaimana otak bekerja. Tidaklah mengherankan karena otak adalah organ yang sangat luar biasa ang dimiliki oleh manusia. Di bawah ini, Anda akan menemukan fakta-fakta menarik tentang otak   dan informasi yang akan membantu menjelaskan lebih lanjut mengenai  bagian menakjubkan dari organ manusia ini yakni otak.  

  • Otak Anda adalah bagian yang paling memakan energi tubuh Anda. Otak hanya mewakili 2% dari berat tubuh, tetapi menggunakan hingga 20 persen dari produksi energi tubuh. Energi digunakan untuk pemeliharaan kesehatan sel dan untuk bahan bakar impuls listrik yang menggunakan neuron untuk berkomunikasi dengan satu sama lain.
  • Otak manusia  seperti sebuah komputer yang kuat bahkan lebih kuat menyimpan ingatan kita dan memberikan kontrol bagaimana kita sebagai manusia berpikir dan bereaksi. Hal ini telah berkembang dari waktu ke waktu namun masih ada beberapa bagian yang sangat rumit dan para ilmuwan pun masih berjuang untuk mengerti kerumitan itu
  • Otak adalah pusat dari sistem saraf manusia, mengendalikan pikiran kita, gerakan, kenangan dan keputusan.
  • Otak manusia memiliki sekitar 100.000.000.000 (100 milyar) neuron. 
  • Setelah manusia mencapai usia 35, ia / dia akan mulai kehilangan sekitar 7.000 sel-sel otak sehari.
  • Anda tidak akan merasa geli ketika menggelitik diri sendiri karena otak kecil kita akan mengirimkan warning ke bagian otak kita yang lain. Karena otak Anda tahu reaksi ini maka ia akan  mengabaikan sensasi yang dihasilkan. 
  • Otak Anda akan berpikir lebih aktif  pada malam hari dibandingkan siang hari
  • Ada reseptor sakit di otak, sehingga otak bisa merasakan sakit. 
  • Otak manusia adalah organ paling gemuk di tubuh dan dapat terdiri dari setidaknya 60% lemak. 
  • Otak terdiri dari sekitar 75% air.
  • Alkohol mengganggu proses otak dengan melemahkan koneksi antara neuron
  • Membaca dengan suara keras dan sering berbicara ke anak akan meningkatkan perkembangan otaknya. 
  • Sementara terjaga, otak Anda menghasilkan antara 10 dan 23 watt power-atau energi yang cukup untuk menyalakan sebuah bola lampu. 
  • Otak manusia dilindungi oleh tengkorak (tempurung kepala), sebuah casing pelindung terdiri dari 22 tulang yang bergabung bersama-sama.
  • Tertawaan dari lelucon bukanlah tugas sederhana karena membutuhkan kegiatan di lima wilayah yang berbeda dari otak 
  • Bagian otak Hipotalamus mengatur suhu tubuh seperti termostat. Hipotalamus tahu  suhu tubuh Anda yang seharusnya (sekitar 98,6 Fahrenheit atau 37 Celcius), dan jika tubuh Anda terlalu panas, hipotalamus mengatakan itu dengan cara tubuh yang berkeringat. Jika Anda terlalu dingin, hipotalamus membuat Anda mulai menggigil. Menggigil dan berkeringat membantu mendapatkan kembali suhu tubuh Anda normal.
  • Otak dapat tetap hidup selama 4 sampai 6 menit tanpa oksigen. Setelah itu sel-sel mulai mati.
  • Tidak ada oksigen selama 5 sampai 10 menit akan mengakibatkan kerusakan otak permanen.
  •  Sebuah otak hidup begitu lembut Anda bisa memotongnya dengan pisau meja.
  • Sisi kiri dari otak Anda (otak kiri) mengontrol sisi kanan tubuh Anda, dan, sisi kanan otak Anda (hemisfer kanan) mengontrol sisi kiri tubuh Anda.
  • Otak Anda berhenti tumbuh pada usia 18.
  • Dari yang dikonsumsi oksigen, 6% akan digunakan oleh materi putih otak dan 94% oleh materi abu-abu. 
  • Belahan kiri otak memiliki neuron 186 juta lebih dari belahan kanan.  
  • Setiap kali Anda mengingat memori atau memiliki pemikiran baru, Anda membuat koneksi baru dalam otak Anda.
  • Sebuah studi dari satu juta siswa di New York menunjukkan bahwa  siswa yang makan siang yang tidak mengandung perasa buatan, pengawet, dan pewarna melakukan 14% lebih baik pada tes IQ dari siswa yang makan siang dengan zat aditif tersebut.
     
Sumber:

Sistem Saraf Pusat (SSP)

Sharing Ilmu Bio



Sistem Saraf Pusat (SSP), terdiri atas Otak dan Sum-Sum Tulang Belakang


Otak 

Otak manusia mencapai 2% dari keseluruhan berat tubuh, mengkonsumsi 25% oksigen, dan menerima 1,5% curah jantung.
  • Pertumbuhan embrionik. 
Sistem saraf primitif mulai terbentuk dalam minggu ketiga kehidupan embrionik. Penebalan lempeng saraf mulai terlihat pada garis tengah bagian dorsal aksis embrio. Semua jaringan saraf berasal dari lempeng saraf ini. Lempeng saraf berinvaginasi untuk membentuk ceruk saraf dan dua lipatan saraf. Setelah minggu keempat kehamilan, tepi superior pada lipatan menyatu di bagian tengahnya untuk membentuk tabung saraf. Tabung saraf ini nantinya yang akan berkembang membentuk otak dan medula spinalis. Lapisan sel pada tabung saraf membentuk ependim, substansi abu-abu dan substansi putih. Bagian kranial pada tabung saraf membentuk tiga pembesaran  (vesikel) yang berdiferensiasi  utnuk membentuk otak; otak depan, otak tengah dan otak belakang. 
  • Bagian-bagian Otak
  1. Otak Besar (Cerebrum), Otak besar ini terdiri atas beberapa  bagian (Lobus), yaitu:
      • Lobus Frontalis (bagian dahi) berperan penting sebagai pusat koordinasi, pengendali gerak otot, ingatan, kesadaran, kreativitas, dan beberapa pengendali saraf lainnya.
      • Lobus  temporalis (bagian pelipis) berperan penting sebagai pusat pendengaran dan kemampuan berbicara
      • Lobus parietalis (bagian ubun-ubun) berperan sebagai penerima rangsangan panas, dingin, tekanan dan sentuhan
      • Lobus oksipitalis (bagian belakang kepala) berperan sebagai pusat penglihatan
  2. Otak Tengah (Mesencephalon). Terdapat saraf okulootoris, yaitu saraf yang berhubungan dengan pergerakan mata sehingga peranotak tengah sangat erat hubungannya dengan penglihatan mata.
  3. Otak Depan (Proensefalon), terbagi menjadi dua subdivisi, telensefalon dan diensefalon. Telensefalon merupakan awal nemisfer serebral atau serebrum dan basal ganglia, serta korpus siriatum (substansi abu-abu serebrum). Diensefalon menjadi talamus, hipotalamus, dan epitalamus.
      • Hipotalamus, yaitu bagian pengatur suhu, nutrien, rasa kantuk, dan tekanan darah .
      • Talamus, yaitu bagian penerima semua rangsangan dari sraf perifer (reseptor)
      • Infundibulum, yaitu bagian dari pangkal hipofisis (kelenjar endokrin)
  4. Otak Kecil (Cereblum) . Bagian  terluas kedua setelah otak besar, berfungsi sebagai pusat keseimbangan tubuh dan koordinasi gerak otot.
  5. Sumsum tulang belakang (Medula oblongata). Memiliki fungsi yang sangat besar, yaitu sebagai pusat pengatur refleks (misal, kedipan mata), mengoordinir saraf yang mengatur denyut jantung, pernapasan, pelebaran, dan penyempitan pmbuluh darah. Kerusakan bagian ini akan menyebabkan kematian.
  • Lapisan Pelindung.  Otak memiliki lapisan pelindung yang terdiri dari rangka tulang bagian luar dan tiga lapisan jaringan ikat yang disebut meninges. Lapisan meninges terdiri dari pia meter, lapisan araknoid, dan dura meter.
    1. Pia meter adalah lapisan  terdalam yang halus dan tipis, serta melekat erat pada otak. lapisan ini mengandung banyak pembuluh darah untuk mensuplai jaringan saraf.
    2. Lapisan araknoid (tengah) terletak di bagian eksternal pia meter dan mengandung sedikit pembuluh darah.
    3. Dura meter adalah lapisan terluar yang tebal dan terdiri dari dua lapisan. Lapisan  ini biasanya terus bersambungan, tetapi terputus pada beberapa sisi spesifik. Lapisan itu ialah lapisan periosteal luar (melekat di permukaan dalam kranium dan berperan sebagai periosteum dalam tulang tengkorak) dan lapisan meningel dalam (tertanam  sampai ke dalam fisura otak).

www.brainhealthandpuzzles.com/diagram_of_brain.html


Sumsum Tulang Belakang (Medula spinalis)

Medula spinalis merupakan lanjutan dari sum-sum lanjutan, berbentuk silinder berongga dan agak pipih. Walaupun diameter medulla spinalis bervariasi, diameter struktur ini biasanya sekitarukuran jari kelingking. Panjang rata-rata 42 cm. Medulla spinalis ini berfungsi untuk :
  1. Mengendalikan berbagai aktivitas refleks dalam tubuh
  2. Bagian ini mentransmisi impuls ke dan dari otak melalui traktus asenden dan desenden

Sumber: Ethel SLoane. Anatomi dan Fisiologi.ECG, Jakarta. 2003. Super Bank Soal Biologi. Basuki Utami, S.Pd. PT Wahyu Media. 2010

Tags:  Sistem saraf pusat, Otak dan Sumsum tulang belakang, Perkembangan embrionik dari otak, Bagian-Bagian otak, Bagian-bagian dan Fungsidari otak besar
, Fungsi otak tengah, Bagian-bagian otak depan dan fungsinya, Fungsi otak kecil, Sumsum lanjutan, Lapisan otak/a>, Fungsi sumsum tulang belakang

Kamis, 26 Januari 2012

Refleks

Respon yang spontan dan automatik terhadap suatu rangsang tanpa melibatkan otak merupakan penggambaran dari refleks. Dalam pengertian yang lebih luas refleks merupakan mekanisme yang memulai semua aktivitas tubuh. Contoh refleks yaitu menutup kelopak mata, menarik tangan bila terkena benda panas dan sebagainya. Refleks baru akan terjadi bila didukung oleh lengkung refleks. Lengkung refleks pada umumnya terdiri  dari reseptor, neuron sensorik pusat saraf, neuron motorik dan efektor. Lengkung saraf yang sederhana hanya melibatkan dua rangkaian sederhana dari neuron yaitu antara reseptor dan efektor atau hanya dari neuron yaitu antara reseptor dan efektor atau hanya mempunyai sebuah sinapsis antara  neuron sensorik dengan neuron motorik dan disebut lengkung refleks monosinaptik misalnya pada lutut. Jika lengkung saraf melibatkan satu atau lebih neuron penghubung (interneuron) antara sensorik dan neuron motorik disebut lengkung refleks polisinaptik. Hal yang perlu diketahui adalah bahwa sensorik yang berjalan ke arah sum-sum tulang belakang selalu  masuk melalui akar dorsal, sedangkan neuron motorik yang berjalan menuju efektor selalu keluar melalui akar ventral dari saraf spinal.

Semua  Lengkung (Jalur) Refleks terdiri dari Komponen yang Sama
  1. Reseptor  adalah ujung distal dendrit yang menerima stimulus (rangsangan)
  2. Jalur aferen melintas di sepanjang sebuah neuron sensorik sampai ke otak atau medulla spinalis
  3. Bagian pusat adalah sisi sinaps, yang berlangsung dalam substansi abu-abu SSP. Impuls dapat ditransmisi, di ulang rutenya, atau dihambat pada bagian ini.
  4. Jalur eferen melintas di sepanjang akson neuron motorik sampai ke efektor yang akan merespons impuls eferen sehingga menghasilkan aksi yang khas
  5. Efektor dapat berupa otot rangka, otot jantung atau otot polos atau kelenjar yang merespon
Refleks yang Paling Simpel adalah Lengkung Refleks Ipsilateral Monosinaptik atau Dua Neuron, disebut juga Refleks Peregangan
  1. Monosinaptik berarti hanya ada satu sinaps yang terjadi antara neuronsensorik dan neuron motorik.
  2. Istilah Ipesilateral berarti bahwa kedua neuron berterminasi di sisi yang sama pada tubuh.
  3. Refleks Pateral atau knee-jerk merupakan salah satu contoh refleks peregangan yang dipakai dalam pemeriksaan neurologis
Sekedar  tambahan, berikut adalah jalur dari gerak refleks itu sendiri:

Reseptor  >>> jalu aferen (neuron sensorik) >>> sum-sum tulang belakang >>> jalur eferen (neuron motorik) >>> Efektor >>> gerak

Sumber: Ethel SLoane. Anatomi dan Fisiologi.ECG, JAkarta. 2003, Diktat Struktur Hewan. Zulkarnaim. UIN Alauddin Makassar. 2007.

Tags: Gerak Refleks, Jalur Gerak Refleks, Macam-macam Gerak Refleks, LEngkung Refleks Monosinaptik/a>, Lengkung Refleks Polisinaptik


Haaachii!!! Ini Selesma atau Flu?

 Sharing Ilmu Bio

Pilek /hidung meler merupakan kondisi yang biasa  kita derita, apa lagi di musim hujan begini ditambah kondisi tubuh  yang lelah, daya tahan tubuh yang menurun maka virus akan sangat mudah masuk ke tubuh kita dan menyebabkan kita terserang penyakit tersebut. Hidung meler pada umumnya terjadi pada awal selesma. Di kalangan masyarakat istilah selesma sendiri disama artikan dengan flu akan tetapi keduanya tidaklah sama. Berikut beberapa hal yang memperlihatkan perbedaan  antara flu dengan salesma.

Pembeda Selesma Flu, Influenza
Gejala biasa
  • Hidung meler, bersin-bersin, hidung tersumbat
  • Batuk
  • Tak ada demam atau hangat
  • Agak lesu






  • Hidung meler, bersin-bersin   
  • Radang tenggorokan dan sakit kepala
  • Batuk
  • Demam (biasanya lebih dari 38 C) dan kedinginan
  • Rasa lelah dan lemah yang sedang sampai hebat
  • Otot terasa sakit
PenyebabSatu dari 200 lebih virus yang biasa menyebabkan 2-4 jenis selesma setiap tahun pada orang dewasa dan 4-8 kali setahun pada anak-anakSatu dari beberapa  virus dari jenis flu A atau flu B. Rata-rata seorang dewasa mengalami infekai kurang dari satu kali dalam setahun

 Keseriusan Biasanya tidak serius, kecuali pada penderita penyakit paru-paru atau penyakit berat lainnya Bisa serius. Terutama pada orang lanjut usia dan pada orang yang mempunyai kondisi kesehatan kronis
PencegahanAda kemungkinana bisa dicegah dengan mencuci tangan, tidak berbagi handuk, makanan atau saputangan.Biasanya bisa dicegah dengan vaksinasi. Anda perlu diimunisasi menjelang musim penghujan
Penggunaan antibiotikTidak menolong, kecuali Anda juga mengalami infeksi bakteriKadang-kadang bisa menolong. Untuk ini ada dia jenis antibiotik antivirus yang tersedia, tapi hanya ampuh untuk flu A
Perawatan sendiri
  • Perbanyak minum air hangat bisa membantu menghilangkan lendir
  • Perbanyak istirahat
  • Minum obat selesme secara seksama seperti ekspekoran, antitusif


.
  • Banyaklah minum cairan untuk menghindari dehidrasi
  • Perbanyak istirahat
  • Gunakan obat bebas penghilang rasa sakit dengan hati-hati, seperti aspirin untuk menghilangkan rasa nyeri dan demam.









Sumber: Mayo Clinic. Philip T. HAgen. Intisari. 2002


Tags:  Selesma, Flu, Selesma dan Flu, Influenza, Gejala Selesma, Gejala flu,Penyebab selesma, Penyebab Flu, Perbedaan antara Selesma dan Flu, Perbedaan antara Selesma dan Influenza, Hal-hal yag membedakan Selesma dengan Flu, Hidung meler/pilek

Rabu, 25 Januari 2012

Sistem Endokrin

Sharing Ilmu Bio


Pada umumnya sistem saraf mengatur aktivitas alat-alat tubuh yang mengalami perubahan yang relatif cepat seperti pergerakan otot rangka, pergerakan otot polos dan sekresi kelenjar. Sebaliknya, hormon mengatur aktivitas seperti metabolisme, reproduksi, pertumbuhan dan perkembangan. Pengaruh hormon dapat terjadi dalam beberapa detik, hari, minggu, bulan dan kadang-kadang beberapa tahun. Meskipun fungsi saraf dan hormon berbeda, tetapi banyak kaitan yang terjadi antara sistem saraf dan hormon, misalnya ada beberapa kelenjar bersekresi hanya bila ada stimulus yang datrang di kelenjar itu seperti pada kelenjar adrenal bagian medula dan nuerohipofisa. Kelenjar yang menghasilkan hormon disebut kelenjar endokrin. Kelenjar endokrin disebut juga kelenjar buntu karena hormon yang dihasilkan tidak dialirkan melalui suatu saluran tetapi langsung masuk ke dalam pembuluh darah. Kelenjar lainnya ada yang disebut dengan  kelenjar eksokrin, disebut demikian  karena sekretnya dialirkan melalui saluran seperti kelenjar ludah, kelenjar keringat, kelenjar lakrimal dan kelenjar pencernaan makanan.

Karakteristik Kelenjar Endokrin
  1. Kelenjar endokrin tidak memiliki duktus. Kelenjar ini mensekresikan langsung ke dalam cairan jaringan di sekitar sel-sel. Sebaliknya, kelenjar eksokrin seperti kelenjar saliva, mensekresi produknya ke dalam duktus.
  2. Kelenjar endokrin biasanya mensekresikan lebih dari satu jenis hormon (kelenjar paratiroid yang hanya mensekresi hormon paratiroid merupakan suatu pengecualian)
    1. Dalam tubuh manusia telah diidentifikasi sekitar 40 sampai 50 juta hormon)
    2. Hormon-hormon baru ditemukan di berbagai bagian tubuh termasuk di saluran Gastrointestinal (GI), Sistem Saraf Pusat (SSP), dan saraf perifer.Konsentrasi
  3. Konsentrasi hormon dalam sirkulasi adalah rendah
    1. Hormon yang bersirkulasi dalam aliran darah hanya sedikit dibandingkan dengan zat aktif biologis lainnya, seperti, glukosa, dan kolesterol.
    2. Walaupun hormon dapat mencapai sebagian besar sel tubuh, hanya target tertentu yang memiliki reseptor spesifik yang dapat dipengaruhi
  4. Kelenjar Endokrin memiliki persediaan pembuluh darah yang banyak. Secara mikroskopis, kelenjar tersebut terdiri dari korda atau sejumlah sel sekretori yang dikelilingi banyak kapiler darah.
Kelenjar-kelenjar Sistem pada Endokrin
  1. Kelenjar hipofisis anterior dan posterior
  2. Kelenjar tiroid
  3. Empat kelenjar paratiroid
  4. Dua kelenjar adrenal
  5. Pulau-Pulau Langerhans pada pankreas endokrin
  6. Dua ovarium
  7. Dua testis
  8. Kelenjar pineal
  9. Kelenjar timus
Aktivitas yang diatur atau dipenngaruhi sistem endokrin meliputi:
  1. Reproduksi dan laktasi
  2. Proses sistem ketebalan
  3. Keseimbangan asam-basa
  4. Asupan cairan, keseimbangan volumecairan intraseluler dan ekstraseluler
  5. Metabolisme karbohidrat, protein lemak dan asam nukleat
  6. Digesti, absorbsi dan distribusi nutrien
  7. Tekanan darah
  8. Tahanan tekanan
  9. Adaptasi terhadap perubahan lingkungan
Hormon

Istilah hormon mula-mula diperkenalkan oleh  E.H. Starling pada tahun 1905 yang dalam bahasa Greek (Yunani) diartikan sebagai "membangkitkan". Dalam perjalanannya di dalam darah dan cairan interstisial, hormon akan bertemu dengan reseptor yang khas untuk hormon dengan reseptor. Meskipun semua hormon mengadakan kontak dengan semua jaringan di dalam tubuh, hanya sel jaringan yang mengandung reseptor yang spesifik terhadap hormon tertentu yang terpengaruh oleh hormon tersebut. 

Ciri-Ciri Hormon
  1. Hormon diproduksi  dan disekresikan ke dalam darah oleh kelenjar endokrin dalam jumlah yang sangat kecil. 
  2. Hormon diangkut oleh darah menuju sel/jaringan target
  3. Hormon mengadakan interaksi dengan resptor khusus yang terdapat di sel target
  4. Hormon mempunyai pengaruh mengaktifkan enzim khusus
  5. Hormon mempunyai pengaruh tidak hanya terhadap satu sel target, tetapi dapat juga mempengaruhi beberapa sel target yang berlainan.
Jenis Hormon 
  1. Hormon endokrin adalah  hormon yang disekresi oleh organ atau jaringan utama yang termasuk bagian sistem endokrin
  2. Neurohormon, disintesis dalam sel-sel saraf neurosekresi. Zat ini berfungsi dan disekresi seperti hormon tetapi biasanya dalam jarak yang lebih pendek dan jelas.
  3. Prostaglandin adlaah zat seperti hormon yang merupakan derivat asam lemak asam arakidonat. Zat ini terbentuk dalam jumlah kecil pada jaringan tubuh baik saat kondisi normal dan patologis
Lingkup Kerja Hormon

Meskipun kerja hormon sangat bervariasi, kerja hormon dapat dikelompokkan menjadi 4 lingkup, yaitu:
  1. Mengendalikan medium  dalam dengan jalan mengatur  komposisi kimia dan volume
  2. Mengadakan tanggapan terhadap perubahan drastis kondisi lingkungan untuk menolong tubuh dari situasi  seperti  infeksi, trauma, stress, dehidrasi, kelaparan dan pendarahan
  3. Berperan dalam perkembangan dan pertumbuhan 
  4. Terlibat dalam proses reproduksi gamet, fertilisasi, suplai makanan kepada embrio dan bayi
 Pengaturan Kecepatan dan Jumlah Sekresi Hormon

  1. Sekresi hormon oleh kelenjar endokrin mungkin dapat distimulasi atau dihambat oleh kadar sejenis hormon dalam darah (diproduksi oleh kelenjar itu sendiri, atau oleh kelenjar endokrin lain) atau oleh kandungan nonhormon (misalnya, glukosa atau kalsium)
  2. Mekanisme kontrol umpan balik juga terlibat dalam stimulasi atau inhibisi sekresi hormon
  3. Pelepasan hormon dari kelenjar endokrin juga dapat distimulasi ileh impuls saraf yang menjalar di sepanjang serabut saraf dan langsung berakhir pada sel kelenjar atau seperti pada bagian posterior kelenjar hipofisis, distimulasi oleh meurosekresi yang tersimpan dalam kelenjar sebagai hormon.
Sumber:  Ethel SLoane. Anatomi dan Fisiologi.ECG, Jakarta. 2003; Prinsip-Prinsip Fisiologi Hewan. Kartolo S. Wulangi. 1993.


Tags: http:  Sistem Endokrin, Kelenjar Endokrin, Pengendalian dan pengaturan aktivitas sel oleh sisten endokrin, karakteristik kelenjar endokrin, Kelenjar-kelenjar sistem pada Endokrin, Hormon, Hormon sebagai messenger, Jenis-jenis hormon, Ciri-Ciri Hormon, Pengendalian sekresi hormon, Pengaturan kecepatan dan jumlah sekresi hormon, Mekanisme kerja hormon, Lingkup kerja Hormon.

Senin, 23 Januari 2012

Award dari Kawan Blogger


Salam....
Hari ini tepatnya tanggal 24 Januari 2012 (baru buka blog lagi) ,  setelah melihat komentar seorang kawan bloger (Mas Harun) pada http://biologid.blogspot.com/2011/12/sistem-saraf-sel-saraf.html, tak disangka-sangka ternyata saya mendapatkan sebuah Award dari beliau. Awalnya bingung karena tidak pernah terbayang sebelumnya akan dapat Award ini, apa lagi bagi seorang bloger pemula seperti saya ini. Jujur saya pun tak tahu pasti maksud dari tujuan pemberian Award ini. Namun apapun itu saya sangat menghargai dan menganggap ini sebagai ajang untuk mempererat silaturrahmi antar para blogger serta sebagai penyemangat untuk terus aktif nge-blog, hehehe... Ini adalah award pertama saya dan tentunya saya sangat senang bisa mendapatkan Award ini, terima kasih saya haturkan kepada kawan bloger saya Mas Harun dari Campoeng Cmoneng (visit here>> http://harunarcom.blogspot.com/2012/01/award-pertama-dari-campor-bawor-dan.html). 
Blog Campoeng Cmoneng berisi informasi yang sangat edukatif terutama menyangkut materi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial lengkap , plus info-info menarik lainnya yang tentunya sangat bermanfaat. Untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi blog beliau di http://harunarcom.blogspot.com.

And last sesuai dengan Amanah Award Of The Seven Shadow sebagai berikut :
1. Ceritakan sedikit tentang siapa yang memberi Award.
2. Award ini tanpa batas karena bersifat estafet.
3.Yang menerima diharapkan membagikan kepada 7 (tujuh) teman blog terbaiknya.
4. Berikan ucapan terima kasih kepada si pemberi award. 

Maka dari itu setelah bergelut cukup lama untuk memilih, akhirnya saya putuskan untuk mendedikasikan Award ini kepada:
2. Rizky Wardiansyah  http://blogcunayz.blogspot.com/
5. Habibi jonson manonggor hutabarat http://habibijonsonmanonggor.blogspot.com/

Buat yang  tidak terpilih  semoga tidak menyurutkan jalinan silaturrahmi yang telah terjalin.
Sukses selalu and happy blogging...
Wassalam...

Rabu, 28 Desember 2011

Sistem Saraf (sel saraf)

Sharing Ilmu Bio

Ada dua cara penyampaian informasi pada makhluk hidup,yang pertama adalah dengan menggunakan sinyal elektrik yang dihantarkan dengan perantaraan sistem saraf.. Penyampaian informasi yang kedua dalam bentuk zat kimia atau lebih spesifik dikenal dengan perantaraan hormon yang disekresikan oleh kelenjar endokrin dalam sistem edokrin. 

Meskipun pada masa dulu sistem saraf dan sistem endokrin merupakan 2 bagian yang terpisah, tetapi pada masa sekarang ke dua bagian yang tak terpisahkan, bukan saja karena sistem endokrin yang berada di bawah pengaruh sistem saraf tetapi juga karena banyak sel saraf yang mengkhususkan diri dalam mensekresikan atau menyimpan neurohormon yang berperan mengaktifkan beberapa sel efektor. Untuk kali ini saya hanya akan memaparkan terlebih dahulu mengenai penyampaian informasi yang pertama yaitu mengenai Sistem Saraf.

Penyampaian infromasi melalui sistem saraf berkaitan dengan respons yang cepat. Sistem saraf adalah serangkaian organ yang kompleks dan berkesinambungan serta terdiri terutama dari jaringan saraf. Dalam mekanisme sistem saraf lingkungan internal dan stimulus eksternal dipanatu dan diatur. Kemampuan khusus seperti iritabilitas atau sensitivitas terhadap stimulus dan konduktivitas atau kemampuan untuk mentransmisi suatu respon terhadap stimulus, diatur oleh saraf dalam tiga cara utama:
  1. Input sensorik. Sistem saraf menerima sensasi atau stimulus melalui resptor, yang terletak di tubuh baik eksternal (resptor somatik) maupun internal (reseptor viseral).
  2. Aktivitas integratif. Reseptor mengubah stimulus menjadi impuls listrik yang menjalar di sepanjang saraf sampai ke otak dan medulla spinalis yang kemudian akan menginterpretasi dan mengintegrasi stimulus sehingga respon terhadap informasi bisa terjadi
  3. Output motorik. Impuls dari otak dan medulla spinalis memperoleh respons yang sesuai dari otot dan kelenjar tubuh yang disebut sebagai efektor. 
Organisasi Struktural Sistem Saraf

  1. Sistem saraf pusat (SSP) terdiri dari otak dan medulla spinals yangdilindungi tulang kranium dan kanal vertebral
  2. Sistem saraf perifer meliputi seluruh jaringan saraf lain dalam tubuh. Sistem ini terdiri dari saraf kranial dan saraf spinal yang menghubungkan otak dan medulla spinalis dengan reseptor dan efektor. Secara fungsional sistem saraf perifer terbagi menjadi sistem aferen dan sistem eferen,
    • Saraf  aferen (sensorik) mentransmisi informasi dari reseptor sensorik ke SSP
    • Sistem eferen (mototrik) mentransmisi informasi dari SSP ke otot dan kelenjar. Sistem eferen dari sistem saraf perifer memiiki dua subdivisi:
      1. Divisi somatik (volunter )  berkaiatan dengan perubahan lingkungan eksternal dan pembentukan rspons motorik volunter pada otot rangka
      2.  Divisi otonom (involunter) mengendalikan seluruh respons involunter pada otot polos, otot jantung dan kelenjar dengan cara mentransmisi impuls saraf melalui dua jalur:
        • Saraf simpatis berasal dari area toraks dan lumbal pada medulla spinalis
        • Saraf parasimpatis berasal dari area otak dan sakral pada medulla spinalis
        • Sebagain besar organ internal di bawah kendali otonom memiliki inervasi simpatis dan parasimpatis
Sharing Ilmu Bio


 Neuron 

Neuron merupanakan unit struktural dan unit fungsional dari sistem saraf, sedangkan istilah saraf adalah kumpulan dari akson. Neuron merupakan kemampuan untuk mengadakan respons bila dirangsang dengan intensitas rangsang yang cukup kuat. Respons neuron bila dirangsang adalah memulai dan menghantarkan impuls. Neuron tidak mengalami mitosis, karenanya tidak dapat diganti kalau neuron ini mati atau rusak. Namun demikian dengan kondisi yang sesuai, neuron dari sistem saraf perifer yag terluka dapat diperbaiki atau mengalami regenerasi.
 
Neuron (http://bebas.ui.ac.id/)

 Komponen sel saraf (Neuron)

  1. Badan sel atau perikarion, suatu bagian dari neuron yang mengendalikan metabolisme keseluruhan nueron. Bagian ini tersusun dari komponen berikut:
    • Satu nukleus tunggal , nukleolus yang menonjol dan organel lain seperti kompleks golgi dan mitokondria, tetapi nukleus ini tidak memiliki sentriol dan tidak dapat bereplikasi
    • Badan Nissl, terdiri dari retikulum endoplasma kasar dan ribosom-ribosom bebas serta berperan dalam sintesis protein
    • Neurofibril, yaitu neurofilamen dan neurotubulus yang dapat dilihat melalui mikroskop cahaya jika diberi pewarnaan dengan perak
  2.  Dendrit adalah perpanjangan sitoplasma yang biasanya berganda dan pendek serta berfungsi untuk menghantar impuls ke badan sel. Dendrit juga mengandung badan Nissl, mitokondria. Dendrit tidak mengandung selubung mielin maupun neurilemma.
  3. Akson,yang dikenal juga sebagai silinder sumbu, merupakan satu uluran panjag dari badan sel yang mempunyai ciri-ciri; tipis, panjang, dan menghantarkan impuls menjauhi badan sel. Akson pada umumnya berasal dari uluran yang berbentuk kerucut yang disebut bukit akson. Suatu akson mengandung mitokondria dan nuerofibril, tetapi tidak mengandung badan Nissl, jadi tidak terlibat dalam sintesis protein. Panjang akson bervariasi dari 1 mm yang terdapat di otak sampai 100 cm atau lebih yang terdapat di sistem saraf perifer. Meskipun untuk setiap neuron jumlah aksonnya hanya satu, tetapi setiap akson mempunyai beberapa cabang yang disebut kolateral. Akson dengan cabang kolateral berakhir dengan mengadakan banyak percabangan yang lebih kecil yang disebut telodendria, masing-masing telodendria mempunyai ujung yang membesar, disebut terminal akson yang sangat penting dalam konduksi impuls. Terminal akson ini mengandung kantung-kantung yang di dalamnya tersimpan transmiter kimia. Pelapis akson:
    • Semua akson dalam sistem perifer dibungkus oleh lapisan Schwann disebut juga neurilemma yang dihasilkan oleh sel-sel Schwann
      • Akson besar  (berdiameter di atas 2 milimikron), memiliki lapisan dalam yang disebut selubung mielin, suatu kompleks lipoprotein yang dibentuk oleh membran plasma sel-sel Schwann. Akson ini yag tampak berwarna putih, disebut serabut termielinisasi
      • Pada saraf perifer, sel-sel Schwann memielinisasi akson dengan cara melingkarinya dalam bentuk gulungan jelly. Proses penyelubungan oleh mielin di sistem saraf
      • Mielin berfungsi untuk melindungi akson terhadap tekanan  serta memberi nutrrisi pada akson.
      • Pada akson, ada bagian yang tidak diselubungi oleh mielin yang disebut dengan Nodus Ranvier, fungsinya untuk mempercepat penghantaran atau jalannya impuls.
    • Akson dalam SSP tidak memiliki lapisan  neurilemma.
      • Serabut termielinisasi  tanpa neurilemma, terdapat di bagian putih otak dan mdulla spinalis. Dalam SSP, mielin dihasilkan dari oligodendrosit bukan dari sel Schwann.
      •  Serabut tak termielinisasi  tanpa neurilemma, terdapat dalam substansi abu-abu otak dan medulla spinalis
    • Terminasi akhir dari semua serabut saraf tidak memiliki neurilemma dan mielin
    • Regenerasi neuron yang rusak memerlukan neurilemma
      •  Seperti yang saya paparkan di atas bahwa neuron tidak dapat membelah secara mitosis, tetapi serabut dapat beregenerasi jika badan selnya masih utuh.
      • Jika akson mengalami kerusakan bera maka nuerilemma (lapisan sel-sel Schwann) yang melapisinya melakukan pembelahan mitosis untuk menutup luka.
      • Jika bagian distal akson rusak, bagian akson terdekat dengan badan sel akan membuat percabangan baru
      • Lapisan neurilemma kosong menjadi semacam tubulus selular untuk mengarahkan akson yang teregenerasi,setiap percabangan akson tambahan yang masuk lapisan celah akan terdisintegrasi.
    • Neuron dalam SSP tidak memiliki neurilemma dan tidak beregenerasi
Sharing Ilmu Bio
Klasifikasi Neuron

Berdasarkan jumlah ulurannya/strukturnya, dibedakan menjadi:
  1. Neuron unipolar, memiliki satu prosesus tunggal. Terdapat pada embrio dan dalam fotoreseptor mata.
  2. Neuron bipolar, mempunyai dua uluran yaitu akson dan dendrit. Badan selnya berbentuk lonjong dan ulurannya timbul dari dua ujung badan sel. Neuron macam ini terdapat pada retina (mata), koklea (telinga), dan epitel olfaktori (hidung).
  3. Neuron multipolar, mempunyai satu dan beberapa dendrit. Penyebaran meuron multipolar ini paling banyak terdapat di dalam tubuh dibandingkan dengan neuron unipolar atau bipolar. Neuron motorik yang keluar dari sum-sum tulang belakang semuanya adalah neuron multipolar.
http://www.mananatomy.com
Berdasarkan fungsinya, dibedakan menjadi:
  1. Neuron sensorik (aferen) menghantarkan impuls listrik dari reseptor pada kulit, organ indera, atau suatu organ internal ke  SSP.
  2. Neuron motorik, menyampaikan impuls dari SSP ke efektor.
  3. Interneuron (neuron penghubung) ditemukan seluruhnya  dalam SSP. Neuron ini menghubungkan neuron sensorik dan motorik atau menyampaikan informasi ke interneuron lain.

http://www.tutorvista.com
Sharing Ilmu Bio
Sel Neuroglia
Sel Schwann dan sel satelit hanya terbatas pada  sistem saraf perifer, sedangkan jenis sel penyokong atau penunjang yang lain ditemukan di sistem saraf pusat dan disebut sel nueroglia. Sel Neuroglia atau biasa disebut sel glia merupakan sel  penunjang tambahan pada SSP yang befungsi sebagai jaringan ikat. Tidak seperti neuron, sel glia dapat menjalani mitosis selama rentangkehidupannya dan aktivitas pembelahan sel yang berlebihan dari sel glia ini dapat menyebabkan tumor sistem saraf pusat (otak). Macam-macam sel glia, yaitu:
  1. Astrosit, banyak terdapat di sistem saraf pusat (SSP) dan merupakan setengah dari volume jaringan saraf. Astrosit mempunyai banyak uluran yang panjang dan ujungnya kadang-kadang membesar dan terikat pada pembuluh darah kapiler atau pada neuron
  2. Mikroglia, merupakan sel berbentuk lonjong, berukuran kecil, mempunyai uluran panjang dan bercabang-cabang. Peranannya melindungi SSP dengan cara mencaplok mikroorganisme dan jaringan saraf yan mati. Mikroglia merupakan jenis khusus dari makrofag. Terdapat bukti yang menunjukkan bahwa mikroglia dapat berdiferensiasi menjadi dan mengganti astrosit atau oligodendrosit bila keduanya mati.
  3. Sel ependimal, merupakan sel yang melapisi ruang otak dan saluran tengah sum-sum tulang belakang, mempunyai peran aktif dalam pembentukan cairan serebrospinal. Sel epiendimal dilengkapi  dengan silia yang dapat digerakkan sehingga cairan serebrospinal mampu untuk bersikulasi.
  4. Oligodendrosit, mempunyai bentuk yang hampir sama dengan astroit, tetapi mempunyai uluran yang lebih sedikit dan lebih tipis, melapisi sepanjang neuron dari sistem saraf pusat. Fungsi utamanya adalah terlibat dalam pembentukan mielin disekeliling akson dari SSP, dan juga berkaitan dengan pemberian nutrisi dan memelihara neuron.
Sinaps

Sinaps merupakan sambungan antara neuron yang satu dengan neuron. Pada saat impuls melintasi sinaps, impuls dapat terus diteruskan atau dihambat. Sinaps terdapat di tempat-tempat sebagai berikut:
  1. Antara akson dari neuron yang satu dengan badan sel dari neuron lain. Sinaps macam ini disebut sinaps aksosomatik.
  2. Antara akson dari neuron yang satu dengan dendrit dari neuron lain. Sinaps ini disebut sinaps aksodendrit .
  3. Antara ujung akson dari neuron yang satu dengan akson neuron lain. Sinaps macam ini disebut aksoakson.
Sumber: Ethel SLoane. Anatomi dan Fisiologi.ECG, JAkarta. 2003; Prinsip-Prinsip Fisiologi Hewan. Kartolo S. Wulangi. 1993.

Selasa, 27 Desember 2011

Sejarah Penemuan Tanaman Rafflesia



Sharing Ilmu Bio

Sir Stamford Raffles
 Di antara ribuan jenis tanaman yang menghiasi alam Nusantara yang indah ini, ada jenis tanaman yang istimewa besar bunganya dan istimewa pula dalam mengambil makanan. Tanaman yang dimaksud adalah Rafflesia yang tumbuh di tanah air kita.

Nama tanamannya terdengar tak biasa bagi kita sebagai warga negara Indonesia. Namun nama tersebut sama dengan nama warga asing yang pernah membuat sejarah di Indonesia. Banyak orang mengenal nama Sir Stamford Raffles sebagai Gubernur Jenderal Inggris terakhir di Indonesia yang berkedudukan di Bengkulu. Jabatan ini dipegangnya selama 8 tahun dari 1818 sampai tahun 1824.

Sebelum bertugas di Sumatera, Raffles menjabat sebagai Gubernur Jenderal di Jawa. Pangkat yang   sebenarnya dari Raffles adalah Letnan Gubernur Inggris, sebab sang Gubernur Jenderalnya berada di Malaya.

Sewaktu memangku jabatan Gubernur Jenderal (Letnan Gubernur) di Indonesia, Sir Stamford Raffles usianya bisa dibilang masih muda sekitar 30 tahun. dia mempunyai perhatian yang besar terhadap kehidupan masyarakat (adat istiadat dan sejarah) serta terhadapa keindahan alam Nusantara. 

Pada waktu memulai tugasnya di bengkulu, Raffles merencanakan suatu ekspedisi ke pedalaman Sumatera. Pada perjalanan yang penting itu Raffles minta ditemani oleh Dr. Joseph Arnold, seorang ahli tumbuh-tumbuhan yangdidatangkan langsung dari Inggris.

Pada saat masuk hutan belantara di daerah Bengkulu, Sumatera Barat, penduduk memperlihatkan kepada Raffles sebuah tanaman yang aneh, Dr. Arnold sendirir hampir-hampir tidak percaya dengan apa yang dilihatnya itu adalah bunga dari suatu tanaman tinggi yang belum pernah dijumpainya.

Bunga tersebut berbentuk mangkok dan luar biasa besarnya. Diameternya berkisar 1 - 1 1/4 meter. Batang dan daun-daun tidak kelihatan karena tanamannya berupa cendawan dan berada di dalam akar dari tumbuhan yang ditumpanginya. Yang tampak dari luar adalah bunganya saja. Warnanya mencolok, merah bata dengan titik-titik merata. Ada lima helai daun bunga yang tebal seperti berdaging. Baunya ini menarik perhatian serangga-serangga yang bertugas menyerbuki bunga tersebut.

Contoh bunga yang ditemukan di Bengkulu kemudian diawetkan dan dikirim ke Inggris. Sementara itu Dr. Arnold meninggal karena sakit dan penelitian mengenai contoh tanaman ini diteruskan oleh ahli botani lain yang bernama Robert Brown. Pada tahun 820, Robert mengumumkan hasil penyelidikannya yang merupakan suatu penemuan jenis tanaman baru.Guna menghormati kedua rekannya itu, tumbuhan ini diberi nama ilmiah yang diambil dari nama-nama kedua orang tersebut menjadi Rafflesia arnoldii.

Pada peyelidikan lebih lanjut, tanaman rafllesia tidak hanya ditemukan di Bengkulu dan Sumatera Barat, tetapi juga di daerah Sumatera Utara. Jenis-jenis lain yang bunganya lebih kecildijumpai di Malaya, Kalimantan sampaiFilipina. Di jawa, misalnya, di Nusakambangan dan Cagar Alam Penanjung/Pengandaran ada jeis yang diberi nama bunga Padma, Rafflesia padma.

Sharing Ilmu Bio

sumber : Tumbuh-Tumbuhan di Sekitar Kita. Ismu Sutanto Suwelo. PN Balai Pustaka

Status konservasi
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Rafflesiales
Famili: Rafflesiaceae
Genus: Rafflesia
Spesies: R. arnoldii
Nama binomial
Rafflesia arnoldii
R.Br.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More